Akan Dicopot dari Seskab, Ini 3 Opsi untuk Andi Widjajanto

Akan Dicopot dari Seskab, Ini 3 Opsi untuk Andi Widjajanto

Erwin Dariyanto - detikNews
Rabu, 12 Agu 2015 11:23 WIB
Akan Dicopot dari Seskab, Ini 3 Opsi untuk Andi Widjajanto
Foto: CNN Indonesia/Resty Armenia
Jakarta - Presiden Joko Widodo akan mengumumkan pergantian susunan kabinet pada pukul 13.00 WIB. Salah satu yang diganti adalah Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Sejumlah sumber di Istana Negara membenarkan bahwa Andi akan diganti.

Lalu ke mana Andi setelah tak jadi Sekretaris Kabinet?

Seorang sumber di Istana menyebut bahwa ada tiga opsi yang disiapkan oleh Presiden untuk Andi. "Tiga opsi, pertama duta besar, wakil menteri pertahanan atau Kepala Staf Kepresidenan," kata sumber tersebut kepada detikcom, Rabu (12/8/2015). (baca juga: Foto Andi Dipajang di Deretan Mantan Sekretaris Kabinet)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari tiga opsi itu, yang paling memungkinkan untuk Andi adalah duta besar dan wakil menteri pertahanan. Sementara untuk posisi Kepala Staf Kepresidenan, menurut sumber tersebut, tak direstui oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

PDI Perjuangan setuju Andi tetap berada di pemerintahan. Namun mereka meminta Andi Widjajanto dijauhkan dari Jokowi. "Teuku Umar oke (Andi) di pemerintahan tapi keep distance from Jokowi," kata dia.

Sementara untuk posisi Andi sebagai Sekretaris Kabinet, PDI Perjuangan mengajukan dua nama yakni Pramono Anung dan Ahmad Basarah. Saat ini Pramono disebut sudah berada di kediaman Megawati Soekarnoputri.

Sementara PDIP hingga kini masih memilih menunggu pengumuman resmi dari Presiden Jokowi.

"Kita tunggu saja," kata Wasekjen PDIP Ahmad Basarah saat dihubungi detikcom, Rabu (12/8/2015).

Basarah membenarkan bahwa ada pertemuan antara elite-elite KIH dengan Presiden Joko Widodo. Dia mengungkapkan bahwa bila ada nama menteri baru dari PDIP, itu disampaikan langsung oleh Ketum Megawati Soekarnoputri ke Jokowi.

"Kalau PDI-P itu hak prerogatif ketum. Ketum yang menyampaikan kepada Presiden. Jadi kita belum tahu," ujar anggota Komisi III DPR ini.

(erd/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads