Pengungsi Korban TPA Longsor Tuntut Diberi Bahan Makanan
Kamis, 24 Feb 2005 16:32 WIB
Bandung -
Penanganan pengungsi korban longsor bukit sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Leuwigajah, Cimahi, tidak berjalan baik. Warga mengeluhkan minimnya jatah makanan matang dan menuntut diberi bahan makanan saja.Wahyudin, seorang pemuda RW 09 Kampung Cilimus, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengaku sampai Kamis (24/2/2005) sore ini baru mendapatkan satu kali jatah makan.Padahal Wahyudin harus bekerja keras karena ikut melakukan proses evakuasi mencari korban yang masih tertimbun longsoran. Dan ia harus mengambil makanan di Posko Bencana yang terletak 500 meter dari lokasi bencana. "Kalau memang posko begini, bubarkan saja," ujar Wahyudin sambil membanting kursi.Para penduduk yang tinggal di tempat pengungsian di SDN Batujajar juga mengeluhkan hal yang. Sampai sore ini mereka baru mendapatkan satu kali jatah makan. Dan sering kali tiap harinya hanya mereka hanya mendapat dua kali jatah makan.Para pengungsi yang menempati tujuh ruang kelas, masing-masing berisi sekitar 25 orang, mendapat jatah makanan matang berupa nasi, mie segenggam tangan, satu tahu, satu ikan asin, dan air minum per orangnya.Selama dua hari ini, menurut Wahyudin, mereka telah mencoba bersabar. Namun karena petugas Posko Bencana tak juga membagikan jatah makanan matang yang layak, penduduk kini menuntut agar diberi bahan makanan mentah guna dimasak sendiri.Ini dilakukan karena para pengungsi bisa melihat sendiri pasokan bahanan makanan yang menumpuk. Bahan makanan berupa beras, mie instan, minyak goreng, air mineral, dan lain-lain itu ditumpuk di salah satu ruangan kelas.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































