Hardisk-gate di Gedung DPR
Pencurian Bisa Bermotif Politis
Kamis, 24 Feb 2005 16:30 WIB
Jakarta - Sejumlah anggota DPR memang belum mengetahui munculnya kasus pencurian berulang kali terhadap hardisk komputer di ruang kerja anggota dewan. Pencurian ini bisa bermotif politis. Abdullah Azwar Anas, anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), termasuk yang belum mengetahui adanya pencurian misterius ini. Karena itulah, saat diberitahu tentang kasus ini, Azwar tampak kaget. Menurut dia, pencurian hardisk yang kemungkinan berisikan data-data penting itu bisa bermotif politis. Bisa saja, ada kelompok politisi lain yang menginginkan data-data penting yang ada di komputer milik politisi lainnya. "Bisa jadi memang motifnya politis," kata dia saat ditemui detikcom di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (24/2/2005). Namun, bagi dia, yang lebih penting agar kasus ini tidak terulang, sebaiknya pengamanan diperketat. "Kalau memang benar ada pencurian, Sekjen DPR harus menertibkan sistem pengamanan di DPR. Namun, harus tanpa menjaga jarak antara DPR dengan konstituennya. Ini dengan harapan kasus sejenis tidak muncul lagi," jelasnya.Azwar mengaku, sistem pengamanan di antara anggota DPR memang sangat terbuka. Selain itu juga, tidak ada penjagaan petugas di masing-masing lantai. "Ini yang perlu dioptimalkan. Bisa saja, penjagaan diperketat oleh staf masing-masing. Jadi, bukan oleh sekjen, karena ada anggaran staf di masing-masing kantor. Jadi, selain untuk supporting kinerja dewan, staf bisa diberdayakan untuk pengamanan," ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, setidaknya saat ini sudah ada enam anggota DPR yang jadi korban pencurian hardisk komputer yang ada di ruang kerja mereka. Pencuri tampak profesional, karena bisa masuk ruang kerja anggota dewan tanpa merusak pintu. Yang jadi misterius, karena pencuri hanya mengambil hardisk dan prosesor komputer. Pencuri tidak mengambil barang-barang berharga lain. Karena itu, patut diduga, pencuri ini memang beraksi untuk mendapatkan data-data penting dari sang anggota DPR.
(asy/)











































