Yudi Wijayakusuma, paman Rian mengatakan keponakannya adalah perempuan yang baik dan supel. Dia tidak pernah memandang remeh orang, Rian juga suka berkegiatan sosial.
"Itu semua nggak benar. Rian itu baik dan nggak kasar, orangnya supel dan ceria. Makanya kita sangat marah sekali Rian dijelek-jelekan," kata Yudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Yudi, Darmawan Ketua RT di Pondok Kopi tempat Rian waktu kecil tinggal mengaku kaget dengan insiden ini. Menurutnya Rian pribadi yang baik dan supel.
"Saya sangat kenal sekali dia dari kecil itu baik, ceria. Kenapa ada orang yang tega berbuat begitu," katanya.
Darmawan mengungkapkan dia pernah bertemu dengan Andy. Saat itu 10 April 2014 dia mengantar ibu Rian ke kantor Andy di Jatibening, Bekasi untuk mencari Rian yang hilang.
"Ibunya tanya di mana Rian, tapi si Andy bilang tidak tahu. Dia bilang tanya saja ke Ferdi orang XL, tapi pas kita minta nomor Ferdi dia nggak kasih," ucap Darmawan. Soal Ferdi, Darmawan dan keluarga Rian juga tidak tahu dan kenal siapa Ferdi.
Beberapa hari setelah itu Darmawan dan ibunya Rian kembali ke kantor Andy. Ibu Rian punya feeling kalau Andy tahu keberadaan anaknya. Sampai akhirnya mereka berdua menemukan mobil Rian ada di rumah Andy dan misteri kematian Rian terungkap.
Darmawan mengatakan apa yang diungkapkan Andy tentang Rian banyak yang bertolak belakang. Misalnya saja soal motif Andy membunuh karena kesal dibilang homo oleh Rian saat Andy menolak diajak berhubungan intim. Andy menyebut Rian arogan dan menghina dia.
"Rian itu wanita yang supel, tidak kasar dan humoris. Omongannya Andy itu bertolak belakang. Kepada pihak berwajib kami mohon untuk membuka tabir ini sejelas-jelasnya," kata Darmawan.
(slm/faj)










































