"Saya baru saja bertemu Ibu Evy dan juga koordinasi dengan Pak Gubernur. Setelah koordinasi, beliau sepakat akan konsisten dan kita akan jalan terus," kata Razman di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2015).
Razman lalu menegaskan bahwa kliennya tak akan pernah datang jika dipanggil Kejagung atas kasus Bansos. Gatot dan Evy akan buka-bukaan di persidangan kelak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti Bu Evy akan buka seluas-luasnya atas yang ia ketahui, peran apa power sharing (bagi-bagi posisi di Pemprov) di Kantor NasDem. Menurut Bu Evy ada bahas terang soal bagi-bagi itu, jadi Pak Gubernur ini digulingkan, tapi dengan cara manis ya, cara hukum," tegasnya.
Padahal, sehari sebelumnya Razman mengatakan akan mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Gatot dan Evy. Razman mengaku mendapat ancaman dan intervensi.
"Saya sedang mempertimbangkan mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Pak Gatot dan Ibu Evy Susanti. Saya akan berkoordinasi dengan mereka," kata Razman kemarin.
Razman mengklaim dirinya kerap mendapat intervensi sejak menangani perkara Gatot dan Evy yang terjerat sebagai tersangka kasus suap hakim PTUN Medan. Pengacara fenomenal itu juga mengaku kerap mendapat ancaman.
"Ada yang bilang, udahlah nggak usah ditangani lahi. Kalau kerja saya dikritisi, kenapa saya menangani ini. Kalau ada yang berkeberatan dengan cara saya, silahkan saya bersedia mengundurkan diri," ucap Razman. (kha/dra)











































