"Diminta kapolri untuk menjelaskan persiapan pilkada serentak. Kemudian menyamakan persepsi mengenai pemetaan jumlah daerah yang berpotensi konflik atau pada saat pendaftaran (kemarin ada di Mabar) dan saat penghitungan suara kalau ada sengketa pilkada. Karena persiapan polri mengamankan pilkada serentak jadi komitmen polri," kata Tjahjo di PTIK, Jaksel, Selasa (11/8/2015).
Tjahjo mengatakan, dalam kesempatan itu pihaknya bersama-sama membuka peta wilayah. Juga mencermati gelagat perkembangan dinamika pilkada 5 tahun lalu, daerah mana saja yang ditengarai berkonflik, lalu dibandingkan dengan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan (pilkada serentak) ini nggak ada (konflik). Tapi kepolisian mencermati adanya dualisme parpol yakni Golkar dan PPP, kena dampaknya di daerah. Dari hasil pendaftaran, nggak ada masalah, kecuali di Mataram, Mabar. Kalau daerah lain nggak ada laporan yang signifikan," pungkasnya.
Untuk mengantisipasi kerusuhan, Tjahjo mengatakan harus ada pengamanan di setiap TPK oleh Kepolisian atau Satpol PP. Jika personel tidak cukup, maka akan diminta bantuan dari TNI.
"Penghitungan suara di KPU, kami juga minta polisi back up KPUD, karena penghitungan suara bisa menimbulkan ketidakpuasan massa dan sebagainya. Saya kira perlu antisipasi dengan baik," tandasnya.
(idh/erd)











































