Ibu korban Safik, Sukarni (39), mengatakan anaknya sempat shock mengetahui salah satu sahabatnya, Azka, dibacok Supriyadi. Hingga saat ini, Sukarni belum memberi tahu jika Zaki meninggal. Dia khawatir Safik shock.
"Zaki di mana? Masih di sana (RSUP dr Kariadi)? Sendirian?" tanya Azka polos kepada ibunya, Desa Wonowoso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2015). Zaki juga salah satu korban amukan Supriyadi. Dia mengembuskan nafas terakhir di RSUP Kariadi Semarang, 4 hari setelah kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orangtua Ahmad Zaki (12), Sunoto dan Sumarti, hingga saat ini belum bisa menerima kenyataan bahwa anaknya tewas secara tragis. Kalau memang tidak suka dengan anak-anak, Supriyadi tak perlu mengamuk hingga menimbulkan korban jiwa.
"Kan tinggal bilang saja, pasti minggir. Jelas tidak terima, anak-anak tidak bersalah dibunuh. Seharusnya dia (pelaku) juga mati," tegas Sumarti.
"Kalau waktu itu polisi tidak mengamankan, pelaku pasti sudah mati dimassa," timpal Sunoto.
Kasus pembacokan yang dilakukan Supriyadi masih diusut polisi. Proses pengusutan sangat tergantung terhadap hasil observasi tim medis terkait kondisi kejiwaan pria yang cenderung tertutup itu. (alg/try)











































