PKS Upayakan Tak Ada Calon Tunggal di Pilkada

Suksesi PKS

PKS Upayakan Tak Ada Calon Tunggal di Pilkada

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 11 Agu 2015 16:44 WIB
PKS Upayakan Tak Ada Calon Tunggal di Pilkada
Foto: danu damarjati
Jakarta - Akibat mundurnya pesaing calon kepala daerah, calon tunggal di Pilkada 2015 memunculkan potensi kekosongan kepala daerah definitif. PKS menjadi salah satu pendukung calon yang mundur di tengah proses pendaftaran Pilkada, yakni di Denpasar Bali. Namun partai ini mengupayakan agar tak ada calon tunggal di Denpasar.

"Kita mengupayakan (agar tidak ada calon tunggal), siapapun yang maju entah independen atau yang kita dukung," kata Presiden PKS Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2015).

Di Bali, pasangan I Ketut Suwandi dan I Made Arjaya kali ini memutuskan tidak melengkapi berkas hingga batas akhir di Pilkada Denpasar. Bila pasangan dukungan Golkar, Gerindra, PKS, dan Demokrat ini tak jadi maju, maka petahana IB Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara menjadi calon tunggal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara umum, PKS tak setuju bila solusi masalah ini adalah dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) oleh Presiden Jokowi. Soalnya, jumlah calon tunggal terbilang sedikit dibanding keseluruhan Pilkada. Ini mengakibatkan syarat 'kegentingan yang memaksa' dari Perppu menjadi gugur.

"Kalau dilihat memang tidak terlalu signifikan. Maka apa perlu Perppu?" ujar Sohibul.

Sohibul lebih mendukung solusi perpanjangan pendaftaran agar calon tunggal bisa dihindarkan. PKS merasa bertanggungjawab untuk menghindari calon tunggal itu. Solusi jangka panjangnya adalah amandemen UU Pilkada, agar masalah serupa tak terulang lagi di kemudian hari.

"Kami punya tanggung jawab untuk itu, dan berusaha keras memunculkan calon baru," kata Sohibul. (dnu/van)


Berita Terkait