Sumarti mengaku langsung pingsan ketika mendengar kabar putranya yang dibacok hingga usus besarnya keluar.
"Rumah sakit di Demak tidak bisa mengatasi, dibawa ke Semarang (RSUP dr Kariadi). Dia sadar dan bilang sama saya, 'mbok aku diambung mamak' (ibu, cium aku)," ujar Sumarti kepada detikcom di rumahnya, RT 1 RW 3 Wonowoso, Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2015). Sumarti bercerita sembari menyeka air matanya dengan bagian bawah hijab hitam yang ia kenakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Zaki, Azka (12) juga jadi korban meninggal. Sedangkan Safik Nur (8) terluka dan kini sudah berada di rumah.
Supriyadi tak banyak dikenal warga. Tidak ada yang tahu pasti sejak kapan ia dan ibunya tinggal di rumah itu karena tidak lapor ke perangkat desa. Rumah tersebut memang milik keluarga Supriyadi, namun sudah lama ditinggal ke Sumatera.
"Ya memang rumah milik mereka, sesekali didatangi soalnya ditinggal ke Sumatera. Tidak tahu datangnya kapan," ujar istri ketua RT setempat, Ny Nur, yang ditemui terpisah.
Terkait dugaan warga yang menyebutkan Supriyadi memiliki gangguan jiwa, Ny Nur tidak bisa memastikan karena memang pihak keluarga yang tertutup. Hanya saja dari warga yang tinggal di dekat rumah Supriyadi, sesekali ibu Supriyadi keluar untuk belanja atau Supriyadi keluar untuk memberi makan anjingnya.
"Ya setelah belanja ibunya langsung masuk rumah. Anaknya setelah keluar sebentar langsung masuk," tandasnya.
Polisi terus mengusut kejadian berdarah ini. Mereka menunggu konfirmasi hasil observasi tim medis terkait kondisi kejiwaan Supriyadi. (alg/try)











































