Mbah Rono: Kita Harus Siap, Indonesia Itu Rawan Bencana

Mbah Rono: Kita Harus Siap, Indonesia Itu Rawan Bencana

Bagus Kurniawan - detikNews
Selasa, 11 Agu 2015 15:58 WIB
Mbah Rono: Kita Harus Siap, Indonesia Itu Rawan Bencana
Foto: Grandyos Zafna
Yogyakarta - Vulkanolog Dr Surono mengingatkan wilayah Indonesia merupakan negara yang rawan berbagai bencana. Namun masyarakat merasa tanah yang ditempati adalah tanah subur dan mempunyai sumber air yang mencukupi untuk pertanian.

"Meski termasuk daerah rawan bencana, justru lahan yang subur, ada sumber air yang banyak dengan pemandangan yang indah, sehingga punya daya tarik untuk ditinggali," ungkap Surono yang biasa dipanggil Mbah Rono dalam Seminar "Caring the World" di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Tamantirto, Kasihan, Bantul, Selasa (11/8/2015).

Oleh karena masih banyaknya masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, kata Mbah Rono, perlu dilakukan edukasi berkelanjutan terhadap masyarakat. Sebab datangnya suatu bencana tidak dapat dielakkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini yang penting adalah bagaimana upaya pencegahan atas terjadinya kerusakan yang besar akibat bencana," katanya.

Menurutnya mitigasi bencana sangat diperlukan dan dilakukan. Terutama pengetahuan mengenai penyelamatan manusia.

"Subjek utama dari strategi mitigasi adalah manusianya. Bukan gunung meletus atau, bencana lainnya," katanya.

Menurutnya ada strategi yang salah jika banyak orang memberikan donasi untuk daerah yang terkena bencana, akan tetapi korban di daerah bencana tersebut banyak yang sudah tidak bernyawa. Oleh karena itu pengetahuan mengenai penyelamatan nyawa manusia menjadi sangat penting.

"Pemerintah Indonesia pun telah memikirkan terkait bencana-bencana yang rawan terjadi di Indonesia," katanya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi didukung telah melakukan penelitian terhadap daerah-daerah yang rawan bencana. Penelitian ini akan dibuat pemetaan mengenai daerah-daerah rawan bencana, kemudian disosialisasikan kepada masyarakat sekitar.

"Khusus kasus gunung meletus dan tanah longsor dapat dideteksi lebih awal sehingga dapat dilakukan dengan menerapkan sistem peringatan dini atau Early Warning System," paparnya.

Dia menambahkan kasus meletusnya Gunung Raung di Jawa Timur, selain membahayakan penduduk sekitar, juga berimbas pada pembatalan jadwal penerbangan. Menurutnya asap dari Gunung Raung sangatย  berbahaya karena dapat mengakibatkan matinya mesin pesawat. Pihak penerbangan disarankan untuk menunda atau membatalkannya.

Dalam kasus ini kata dia, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan memberikan laporan terkait arah angin yang membawa abu vulkanis dari Gunung Raung. Laporan tersebut kemudian dikomunikasikan kepada perusahaan penerbangan dan Menteri Perhubungan.

"Laporan itu bisa jadi acuan untuk, memutuskan penerbangan ditutup atau tidak," katanya.

Saat ini Indonesia juga telah bekerja sama dengan satelit Himawari milik Jepang yang dapat mengidentifikasi arah sebaran abu vulkanik sehingga arah abu dapat secara dini diketahui. (bgs/rul)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads