Sekolah di Siak-Riau Diliburkan

Akibat Asap

Sekolah di Siak-Riau Diliburkan

- detikNews
Kamis, 24 Feb 2005 16:02 WIB
Pekanbaru - Meski Pemerintah Provinsi Riau belum menginstruksikan anak-anak sekolah untuk diliburkan, namun Pemerintah Kabupaten Siak lebih awal mengambil sikap tegas untuk meliburkan seluruh siswanya. Kebijakan itu dilakukan sehubungan kondisi asap dari aktivitas pembakaran lahan telah menimbulkan asap tebal yang rawan menimbulkan berbagai penyakit."Karena kabut asap terus menerus menyelimuti wilayah Siak, atas pertimbangan kesehatan kita telah menginstruksikan agar siswa dari berbagai tingkatan sekolah untuk diliburkan," kata Bupati Siak, Arwin AS, saat dihubungi detikcom, Kamis (24/2/2005).Menurut Arwin, kondisi yang paling parah saat ini terjadi di wilayah Kecamatan Siak. Karena itu pihaknya sudah menginstruksikan kepada Camat setempat agar meliburkan seluruh sekolah."Sejak kemarin kita sudah mengintruksikan kepada Camat setempat untuk meliburkan para siswanya. Ini kita lakukan guna mengantisipasi kemungkinan terburuk dari akibat pembakaran lahan dan hutan," kata Arwin.Peliburan para siwa itu berlaku secara umum dari berbagai tingkatan sekolah. Baik dari TK, SD, SMP dan SMU seluruhnya diliburkan. Langkah peliburan itu setelah pihak pemerintah menerima masukan dari Dinas Ksehatan Kabupaten Siak yang menyimpulkan bahwa kondisi udara sangat tidak sehat."Apalagi di kawasan Kecamatan Siak. Dalam laporan Dinkes kepada kita, kondisi udara sudah pada tahap tingkat berbahaya. Berdasarkan rekomendasi itulah, kita segera meliburkan seluruh sekolah," kata Arwin.Kendati baru satu kecamatan yang diliburkan, namun Bupati Siak telah memberikan kewenangan sepenuhnya kepada seluruh camat untuk mengambil langkah cepat bila melihat kondisi asap mulai membahayakan kesehatan."Saat ini baru satu kecamatan saja yang kita liburkan. Namun kita memberikan kewenangan penuh kepada seluruh camat untuk mengambil langkah sepat bila kondisi asap semakin tebal. Bila sudah dianggap membahayakan, kita mempersilakan camat setempat untuk segera meliburkan seluruh siswanya," urai Arwin.Suasana PekanbaruSementara itu, secara umum sekolah di Pekanbaru hingga saat ini belum ada instruksi untuk diliburkan kendati kategori udara sudah memasuki tahapan membahayakan. Mayoritas sekolah melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Proses belajar mengajar di Pekanbaru terus berjalan di tengah selimutan asap tebal.Namun demikian, sejumlah sekolah yang dikelola swatas sudah lebih awal mengambil langkah meliburkan para siswanya dalam dua hari tekahir ini. Langkah tersebut ditempuh menyusul kian pekatnya asap yang menyelimuti kota Pekanbaru.Misalnya saja, SD Assyofa, di Panam Pekanbaru. Sekolah ini sejak kemarin telah meliburkan para siswanya. "Anak saya sejak kemarin sudah tidak masuk sekolah lagi. Mereka diliburkan karena kondisi asap tebal," kata Nur Hasana (35) yang anaknya duduk di bangku kelas II SD Assyofa.Selain itu SD dan SMP Cendana yang berada di lingkup perumahan PT Caltex Pasific Indonesia (CPI) di Rumbai, Pekanbaru juga sudah mengambil langkah memulangkan siswanya hari ini."Pihak sekolah Cendana hari ini memulangkan seluruh siswanya karena kondisi udamra di Pekanbaru yang tidak sehat," kata Public Affair Specialist, Comunication and Media Relations PT CPI Jeanny Simanjuntak pada detikcom. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads