NasDem Ajak Pengurus Baru PKS Dukung Pemerintah

NasDem Ajak Pengurus Baru PKS Dukung Pemerintah

Indah Mutiara Kami - detikNews
Selasa, 11 Agu 2015 15:36 WIB
NasDem Ajak Pengurus Baru PKS Dukung Pemerintah
Foto: Arie Riswandy
Jakarta - Kepengurusan baru PKS tak hanya diapresiasi oleh Koalisi Merah Putih, namun juga KIH. Salah satu parpol KIH, NasDem mengajak Presiden PKS Sohibul Iman untuk mendukung pemerintah.

"Sohibul Iman mengatakan PKS dukung pemerintah meski tetap kritis. Kita harapkan PKS dengan pimpinan baru ini bisa bersama-sama dengan partai lain untuk bisa memberikan dukungan ke pemerintah dan bisa bekerja sama untuk mempercepat pembangunan di Indonesia," kata Sekjen Partai NasDem, Patrice Rio Capella saat dihubungi, Selasa (11/8/2015).

PKS selama dipimpin oleh Anis Matta memang menjadi salah satu motor KMP. Meski begitu, Rio berharap Sohibul sebagai pemimpin baru bisa lebih satu suara dengan pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mudah-mudahan dengan presiden baru, PKS bisa menyamakan langkah meski dengn posisi berbeda," ucap anggota Komisi III DPR ini.

Proses pergantian kepengurusan PKS yang berbeda dibanding partai lain dinilai memang sudah tradisi. Rio mengapresiasi hal tersebut dan diharapkan partai tersebut bisa memperkuat konsolidasi.

"Ini memang partai yang punya ciri khas sendiri, memilih pimpinannya tanpa perlu voting tapi musyawarah. Itu sebuah hal yang sudah jadi tradisi di PKS," ungkap Rio.

Sebelumnya, Sohibul memastikan PKS tetap akan berada di luar pemerintah. Namun, PKS juga akan memberikan dukungan positif ketika ada kebijakan pemerintah yang pro rakyat.

"Sejak awal juga kami di luar pemerintahan ini tetap memberikan dukungan positif ketika pemerintah punya kebijakan yang juga positif. Tapi ketika memang tidak positif dalam artian tidak menguntungkan masyarakat kami akan terus melakukan melakukan upaya koreksi," kata Sohibul saat ditemui usai Musyawarah I Majelis Syuro PKS Masa Khidmah 2015-2020 di Hotel Mason Pine Kota Baru Parahyangan Kabupaten Bandung Barat, Senin (10/8/2015). (imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads