"Para pelaku sempat mau memperkosa korban saat memaksa memberikan nomor PIN ATM," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti kepada detikcom, Selasa (11/8/2015).
Peristiwa bermula ketika kedua korban sedang berjalan usai pulang kerja di Slipi, Jakbar, Rabu (15/7) pukul 22.00 WIB lalu. Kedua korban dihampiri 2 orang pelaku yang seolah-olah sedang mencari taksi omprengan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa rasa curiga, kedua korban pun naik omprengan. Kedua korban juga merasa omprengan yang mereka tumpangi itu aman, sebab ada seorang 'penumpang' lain yang sudah duduk di dalam omprengan.
Setelah 15 menit berjalan, tiba-tiba kedua korban yang duduk di bangku tengah, ditodong senjata tajam oleh 2 pelaku yang duduk di kursi belakang. Mereka menutup mata dan mulut korban dengan lakban, serta mengikat kaki dan tangannya dengan seutas tali. Ternyata penumpang yang duduk di depan dan sopir omprengan merupakan komplotan pelaku.
Kedua korban lalu dibawa berputar-putar keliling kota. Hingga akhirnya, mobil berhenti di suatu tempat, lalu kedua korban dipaksa menyebutkan PIN ATM-nya.
"Salah satu korban sempat salah menyebutkan PIN ATM. Setelah diketahui salah, kemudian korban dipaksa untuk memberikan nomor PIN yang benar sambil diancam akan diperkosa, dan celana korban sempat mau dibuka," jelansya.
Korban kemudian menangis, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menunjukkan permintaan agar tidak diperkosa. Pelaku kemudian kembali meminta korban untuk menyebutkan PIN ATM. Lakban yang menutupi mulut korban kemudian dibuka pelaku setelah diancam agar tidak berteriak, dan korban pun menyebutkan PIN ATM-nya yang sebenarnya.
Para pelaku kemudian menguras uang korban di ATM, serta membawa perhiasan, dan handphone milik kedua korban. Selanjutnya, korban dibuang di Tol Cibubur, Jaktim. Saat ini kasus tersebut masih diselidiki Polda Metro Jaya. (mei/slh)











































