Bus TransJ Scania Muat 39 Orang, Metro Mini dan Kopaja 24-28 Orang

Bus TransJ Scania Muat 39 Orang, Metro Mini dan Kopaja 24-28 Orang

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Selasa, 11 Agu 2015 13:48 WIB
Bus TransJ Scania Muat 39 Orang, Metro Mini dan Kopaja 24-28 Orang
Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta - Dalam uji Kir, bus TransJakarta merk Scania dalam uji Kir ditulis memiliki daya angkut 39 orang. Uji Kir bus Scania ini membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) gemas. Bagaimana daya angkut Metro Mini dan Kopaja?

Stiker uji Kir bus Scania (Foto: Aditya Fajar Indrawan)

 
detikcom mencoba membandingkan daya angkut bus-bus TransJ dengan bus tanggung Metro Mini dan Kopaja reguler alias Non-AC dari stiker uji KIR yang tertempel di badan bus yang ada di Terminal Bus Kota Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2015).  
 
Ada 2 Metro Mini yang stiker uji KIR-nya diambil gambarnya oleh detikcom. Metro Mini yang pertama adalah Metro Mini 75 rute Blok M - Pasar Minggu. Dalam uji KIR yang masa berlakunya pada "11-08-2015" alias hari ini tertulis:

Stiker Uji Kir Metro Mini 75 (Foto: Aditya Fajar Indrawan)

 
DAYA ANGKUT (PAYLOAD):  
Orang (60KG/PERSON): 25 org, Equivalent 1.500 kg  
BARANG (GOODS): 240 kg   
KELAS JALAN TERENDAH: III
DINAS KANTOR: DISHUB DKI JAKARTA  
 
Metro Mini kedua adalah Metro Mini 69 yang memiliki rute Blok M - Ciledug, dengan masa berlaku berkalanya tertulis "2015-11-08", tertulis:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Stiker Uji Kir Metro Mini 69 (Foto: Aditya Fajar Indrawan)

 
DAYA ANGKUT (PAYLOAD):  
Orang (60KG/PERSON): 24 org, Equivalent 1.400 kg  
BARANG (GOODS): 230 kg   
KELAS JALAN TERENDAH: III
DINAS KANTOR: DISHUB DKI JAKARTA  
 
Untuk Kopaja, detikcom mengambil gambar stiker uji KIR juga pada 2 unit Kopaja di Terminal Blok M. Kopaja pertama adalah Kopaja 605 A dengan rute Ragunan - Blok M, tertulis uji KIR itu berlaku pada "2015-12-19", tertulis:


 
DAYA ANGKUT (PAYLOAD):  
Orang (60KG/PERSON): 28 org, Equivalent 1.680 kg  
BARANG (GOODS): 270 kg   
KELAS JALAN TERENDAH: III
DINAS KANTOR: DISHUB DKI JAKARTA  
 
Kopaja kedua adalah Kopaja 66 dengan ruter Manggarai - Blok M, yang tertulis masa berlaku uji KIR "13-08-2015", tertulis:

Stiker Uji Kir Kopaja 66 (Foto: Aditya Fajar Indrawan)

 
DAYA ANGKUT (PAYLOAD):  
Orang (60KG/PERSON): 25 org, Equivalent 1.500 kg  
BARANG (GOODS): 240 kg   
KELAS JALAN TERENDAH: III
DINAS KANTOR: DISHUB DKI JAKARTA  
 
Dari stiker uji KIR yang dikeluarkan Dishub DKI Jakarta, terlihat daya angkut bus TransJ merk Scania dengan bus-bus Metro Mini dan Kopaja hanya selisih 10-15 orang lebih banyak.  
 
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam stiker Kir bus Scania tertulis bahwa Berat Kosong Kendaraan adalah 19,3 ton, sementara Gross Vehicle Weight atau GVW yang mencerminkan berat bus dalam keadaan bus penuh penumpang adalah 26 ton.
 
Penumpang yang bisa diangkut harusnya 26 ton dikurangi 19,3 ton atau 6,7 ton. Jika dihitung sesuai peraturan satu orang penumpang yang dihitung beratnya 60 Kg, artinya bus tersebut bisa mengangkut sekurang-kurangnya 111 orang penumpang. Namun dalam stiker KIR itu tertulis, bus hanya dapat mengangkut 39 orang dengan rata-rata berat 60 Kg.
 
Ahok sempat menyebut ada banyak pihak yang ingin menjatuhkan Scania. Secara spesifik dia mengatakan, tidak sedikit orang-orang di Balai Uji KIR yang berada di bawah Dishub DKI termasuk dalam kelompok 'barisan sakit hati'.
 
"Scania itu nggak ada masalah. Ini  saya justru mulai suudzon. Kelihatan orang-orang yang ingin jatuhkan Scania. Makanya saya sedang mau teliti Kepala Uji Kir ini ada maksud apa dan dia orang KIR yang lama nggak karena banyak sekali barisan sakit hati di Dishub," ujar Ahok, hari ini.
 
Kecurigaannya bukan tanpa alasan. Dia menduga hal ini disebabkan orang yang menjabat sebagai Kepala Dishubtrans DKI saat ini yang dijabat oleh Andri Yansyah, bukan berasal dari orang dalam dinas.
 
"Orang Perhubungan dipimpin orang yang bukan (dari berlatarbelakang) Dishub. Orang yang sekolah Dishub gigit jari. Orang KIR yang biasa bagi-bagi duit gimana. Kan brengsek sekali ini," sambungnya gemas.
 
Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih pun menyatakan telah meminta penjelasan secara resmi kepada PT United Tractors selaku APM (Agen Pemegang Merek) bus Scania dan juga meminta keterangan Karoseri Laksana yang mengurus perizinan pembangunan bus Scania terkait adanya data dan informasi yang agak bertentangan di pelat KIR bus-bus Scania yang telah diserahkan.
 
Kosasih mengatakan, pihaknya masih menunggu keterangan dari Karoseri Laksana yang akan menemui Dishub Semarang karena bus tersebut dirakit di Semarang. Dia meyakinkan bahwa bus Scania memenuhi syarat dan sudah sesuai dengan spesifikasi yang dipesan.
Halaman 2 dari 1
(nwk/nrl)


Berita Terkait