Citra PKS sebagai partai Timur Tengah muncul karena banyak pemimpin yang belajar di kawasan Timur Tengah. Namun kali ini Presiden PKS yang baru, Sohibul Iman, bukanlah lulusan Timur Tengah melainkan menyelesaikan S-3 di Jepang.
"Melanjutkan tradisi di PKS, bahwa PKS bukan partai Timur Tengah. Seperti Pak Nur Mahmudi presiden pertama yang lulusan Amerika kemudian saya lanjutkan. Sekarang kita menyepakati Pak Sohibul Iman, mantan rektor Paramadina, Wakil Ketua DPR, alumni Tokyo Jepang," kata Hidayat Nurwahid kepada detikcom, Selasa (11/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat kemudian memaparkan program kerja yang akan segera disiapkan PKS generasi baru. Prinsipnya, menurut Hidayat, program yang sudah diwariskan tetap akan dilanjutkan.
"Yang baik kita lanjutkan, yang baru kita masukkan, inovasi kita munculkan. Apa yang kami lakukan kemarin membuktikan bahwa Islam politik bisa dilakukan dengan cara yang damai. Berkali-kali kami ganti kepemimpinan secara damai dan itu menandakan bahwa Islam demokrasi dan Islam politik adalah sesuatu yang layak dihidupkan," katanya.
"Yang terakhir mungkin kami sangat memahami apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat yang tentu akan menjadi salah satu acuan kami untuk melakukan kinerja yang unggul mendekatkan ke jati diri PKS yang dicita-citakan mewujudkan Indonesia yang adil makmur sejahtera di bawah lindungan Allah SWT," pungkasnya.
(van/nrl)










































