Pengarahan panjang dan detail pun disampaikan Badrodin kepada jajaran Kapolda dan Kapolres se-Indonesia. Bahkan dia mewanti-wanti anggota polri untuk tidak bermain 'game' aplikasi yang ada di mobile phone saat bertugas mengamankan Pilkada.
"Saya sampaikan beberapa penekanan. Pertama, ini sangat sering kali dilupakan, sumber kelengahan anggota dalam pelaksanakan tugas itu adalah main game, di mana saja, ada di TPS dan lainnya," kata Badrodin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sudah maen HP maen game ini sumber kelengahan, mungkin ada mertuanya lewat di depan pun tak tahu, ada orang lewat bawa bom di depan pun tak tahu. Yang seperti ini tak boleh. Laksanakan pengecekan dan ricek," sambungnya.
Untuk itu, Badrodin meminta anggota polri untuk sungguh-sungguh dalam menjalankan tugas pengamanan pilkada serentak. Selain itu, Badrodin juga menekankan jajarannya untuk menjaga komitmen dan netralitas.
"Kotak suara harus tetap tersegel, diserahkan ke TPS. Karena ada saja itu di daerah kotak suara dibawa ke rumah oleh Ketua PPSnya. Kayak di Nias Selatan, hati-hati di sana, setiap pemilu pasti diulang," paparnya.
(idh/erd)











































