Cerita Heri yang Kerepotan Menghadapi Orang Gila Ngamuk di Pinggir Jalan

Cerita Heri yang Kerepotan Menghadapi Orang Gila Ngamuk di Pinggir Jalan

Nala Edwin - detikNews
Selasa, 11 Agu 2015 10:17 WIB
Cerita Heri yang Kerepotan Menghadapi Orang Gila Ngamuk di Pinggir Jalan
Foto: Budi Sugiharto
Jakarta - Herrichan, punya pengalaman buruk dengan yang namanya orang gila. Suatu hari, saat dia bermobil di Kampus UI Depok, pada 2000 lalu, ada orang gila melempar kendaraannya dengan batu besar.

Heri yang kuliah di Fakultas Hukum UI ini saat itu tak bisa berbuat apapun. Namanya orang gila tak jelas di pinggir jalan, meminta pertanggungjawaban pun sulit.

"Batunya cukup besar kerusakannya lumayan. Spontan saya turun mobil, orang gilanya lari beberapa meter dan berhenti. Saya samperin pakai mobil, setelah yakin dia nggak bawa batu atau benda-benda lain saya turun. Orang gilanya cuma nangis-nangis. Karena nggak ngerti mesti gimana lagi, saya tinggal saja dan ke kampus. Di kampus saya lapor ke satpam, tapi satpamnya juga nggak bisa apa-apa karena orang gilanya walau beberapa kali berkeliaran di kampus, nggak ada yang tahu info di mana keluarganya," terang Heri, Selasa (11/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heri tak mau kejadian buruk itu terjadi lagi menimpa dirinya atau orang lain. Apalagi, dari berita-berita, ada orang gila yang sampai mengamuk dengan membawa senjata tajam dan menewaskan warga.

"Saran saya, orang-orang dengan kekurangan seperti itu yang berkeliaran harus diamankan pemerintah/pihak yang berwajib supaya bisa dirawat. Dan untuk keluarga yang anggotanya ada yang seperti itu namun tidak ada biaya, sebaiknya diserahkan ke pemerintah supaya bisa dirawat oleh negara. Jangan sampai dibiarkan berkeliaran supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Harus dibuat peraturan supaya apabila ada orang gila yang berbuat onar, maka pengampunya harus bertanggung jawab secara hukum apabila timbul korban baik jiwa maupun materi," tutup dia. (dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads