350 Hektar Lahan Gambut di Kubu Raya Terbakar, Sebaran Hotspot Meluas

350 Hektar Lahan Gambut di Kubu Raya Terbakar, Sebaran Hotspot Meluas

Adi Putro - detikNews
Selasa, 11 Agu 2015 08:40 WIB
350 Hektar Lahan Gambut di Kubu Raya Terbakar, Sebaran Hotspot Meluas
Foto: Adi Putro
Kubu Raya - Dampak kekeringan mulai dirasakan masyarakat di kota Pontianak dan sekitarnya. Akibat cuaca panas, sebanyak 350 hektar lahan gambut yang dikelola masyarakat sebagai lahan pertanian dan perkebunan di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang dan lahan gambut di Sekunder C Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (11/8/2015) pagi terbakar.

"Kebakaran gambut yang memiliki kedalaman satu meter hingga dua meter di bawah permukaan tanah ini menyebabkan api menjalar begitu cepat, apalagi cuaca ekstrem yang terjadi menyebabkan tiupan angin kencang, dan bahan yang mudah terbakar akibat kekeringan," kata Komandan Operasi Manggala Agni wilayah Satu Pontianak, Kalimantan Barat, Taufiqurahman, kepada detikcom, di Bandara Internasional Supadio, Kubu raya, saat memantau dan melakukan patroli di sejumlah titik api di sekitar kawasan bandara.

Terus meluasnya dan sebaran titik api yang merata di sejumlah titik di lahan gambut, membuat petugas Manggala Agni mulai kewalahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami kesulitan memadamkan kobaran api yang terjadi di lahan gambut. Selain sumber air yang terbatas, karena mengeringnya sumur dan parit akibat sudah lama tidak turun hujan. Selang yang dimiliki pun tidak terlalu panjang hanya mampu menjangkau panjang 20 meter saja, itupun selang sudah banyak yang bocor," ungkap Taufiq.

Taufiq menyebutkan saat ini dari 4 regu Manggala Agni, dimana setiap satu regu terdiri dari 60 personel.

"Dari luasan lahan gambut yang terbakar, baru 100 hektar lahan yang berhasil dipadamkan sampai saat ini. Kami bekerja siang dan malam, karena biasanya api muncul pada malam hari.Β  Dan saat ini, sudah 24 kali melakukan pemadaman, tapi api masih membara," ujarnya.

Karena terus bekerja, sejumlah personel Manggala Agni mengalami kelelahan. Apalagi biaya operasional untuk pemadaman api di lahan gambut maupun hutan yang terbakar tidak sedikit.

"Sekali beroperasi untuk kebutuhan satu regu, bisa menghabiskan anggaran Rp 3 jutaan, itu belum termasuk biaya konsumsi, karena baru biaya untuk bahan bakar pompa air," terangnya.

Kesulitan yang lain yang dihadapi petugas adalah lokasi kebakaran yang sulit diakses kendaraan roda empat. Umumnya lokasi kebakaran di lahan gambut berada di tengah dan menyebar terus searah tiupan arah angin. Akibatnya, petugas terpaksa berjalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau lokasi kebakaran. (ega/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads