Pada Minggu (9/8) sekitar pukul 19.45 WIB. Arifin alias Ipin yang dikenal kurang waras, menghadang Endro Sulaktono (45) dan keluarga yang baru bertamu ke rumah pensiunan guru, Satimin (78). Ipin menyabetkan parang ke Endro dan keluarganya.
Endro yang berprofesi guru itu menghindar dan membawa anak dan istrinya masuk lagi ke rumah Satimin sambil berteriak minta tolong. Ipin mengejar ke dalam rumah dan mengamuk. Endro menjerit minta tolong, namun dengan sadis Ipin menyumpal mulut korban, kemudian membacok korban hingga tewas bersimbah darah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, menangani orang gila ini muncul sejumlah saran dari pembaca detikcom yang berbagi lewat redaksi@detik.com. Seperti disampaikan Mikhael Tri Wahyudian, Selasa (11/8/2015).
"Pihak keluarga harus lebih memperhatikan kondisi keluarganya yang gila suka mengamuk. Dan pihak keluarga pun harus bertanggung jawab penuh utk hal ini, sepertinya harus ditetapkan deh Undang-undangnya. Dan pemerintah harus lebih care lagi dengan masalah ini," kata Dian.
Menurut dia, warga di sekitar lingkungan juga harus sigap dengan orang gila yang kerap ngamuk dan membahayakan.
"Jika kita melihat orang gila yang mengamuk, sebaiknya kita lumpuhkan. Bagaimanapun caranya, kita harus melindungi orang yang terancam yang dikejar-kejar oleh orang gila. Kalaupun kita yang harus membunuh orang gila tersebut ya nggak apa-apa, daripada banyak orang menjadi korban. Lindungilah orang-orang yang tidak berdosa," jelas Dian.
"Yang pasti, poin utamanya dari para keluarga yang memiliki anggota keluarganya yang kurang waras, harus bisa lebih memperhatikan demi keamanan dan kenyamanan orang lain," tutup Dian.
Bagaimana menurut Anda? (ega/dra)











































