Usung Bambang-Retno, PDIP Siap Menangkan Pilkada Pacitan

Usung Bambang-Retno, PDIP Siap Menangkan Pilkada Pacitan

Moksa Hutasoit - detikNews
Senin, 10 Agu 2015 18:47 WIB
Usung Bambang-Retno, PDIP Siap Menangkan Pilkada Pacitan
Foto: CNN Indonesia/Laudy Gracivia
Jakarta - Kabupaten Pacitan, Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang terancam tertunda pelaksanaan pilkada akibat calon tunggal. PDIP dan Hanura kini memastikan berkolaborasi mengusung calon agar di daerah ini pelaksanaan pilkadanya sesuai jadwal.

Pasangan yang diusung sebagai calon bupati adalah Bambang Susanto-Sri Retno Dhewanti. Kedua partai ini siap berkomitmen dan memenangi pasangan Bambang-Retno di Pilkada Pacitan.

"Di Pacitan, PDIP demi tanggung jawabnya terhadap hak rakyat yang berdaulat untuk menentukan pemimpinnya, maka PDIP mengusung calon dan menjadi pelopor di dalam mengatasi calon tunggal," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (10/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang berkarier sebagai pemilik SMP yang merupakan putra asli dari Kecamatan Punung. Bambang juga sudah berkomitmen untuk pensiun dini. Sementara Retno adalah sosok yang selama ini punya pengaruh kuat di Pacitan.

Dalam mengusung pasangan Bambang-Retno, PDIP menggandeng Partai Hanura. Pasalnya PDIP hanya punya enam kursi di DPRD, sedangkan batas minimalnya adalah delapan dari 40 kursi anggota Dewan.

Hasto mengungkapkan, partainya tidak ingin terjadi penundaan pelaksanaan pilkada. PDIP berharap, langkahnya ini juga diikuti oleh partai lain di wilayah yang masih memiliki calon tunggal.

"Di Kota Surabaya, Kabupaten Blitar, juga memiliki semangat yang sama, bahwa di balik pilkada, kemenangan memang menjadi target. Namun aspek konsolidasi partai, militansi dan Ideologi juga dipertaruhkan," sambungnya.

Hasto menyindir partai lain yang tidak mau mencalonkan seseorang karena berhadapan dengan calon petahana yang kuat. Partai yang seperti itu nyata-nyata memandang demokrasi semata-mata dengan kalah menang dalam berkompetisi.

"Itu justru malah merusak dan mengkerdilkan demokrasi," ucapnya.

(mok/rvk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads