Ahok Sebut Ada Barisan Sakit Hati, Kadishub: Emang Gue Pikirin

Ahok Sebut Ada Barisan Sakit Hati, Kadishub: Emang Gue Pikirin

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Senin, 10 Agu 2015 18:02 WIB
Ahok Sebut Ada Barisan Sakit Hati, Kadishub: Emang Gue Pikirin
Foto: Andri Yansah Kadishub DKI
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyebut ada 'kelompok barisan sakit hati' di Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI yang ingin mencari celah karena tidak senang dengan pimpinannya, Andri Yansyah, lantaran notabenenya bukan dari orang dalam. Menanggapi itu, Andri santai dan tidak mau memusingkannya.

"Urusan suka nggak suka emang gue pikirin, begitu saja. Yang penting kita kerja yang benar dah, mata saya tuh terbatas cuma dua kan ya, kurang nih saya minta bantuan. Pasti ada lah yang nggak benar dan saya harus tegas, nanti kalau toleransi melulu kagak beres-beres lagi," ujar Andri saat dikonfirmasi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2015).

"Ya kalau lu kagak demen sama gue ya biarin saja emang kita ngurusin dia, kan saya diangkat sama Pak Gubernur buat ngurusin semua. Ya memang begitulah, nggak mau suudzon, berbaik sangka saja. Semoga orang itu dibukakan pintu maaf," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekadar diketahui, Andri Yansyah dilantik pada 3 Juli lalu menggantikan posisi Benjamin Bukit. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Sekretaris Kota Jakarta Timur.

Ahok sendiri pernah mengungkapkan, dirinya enggan memilih lagi orang golongan eselon 2 yang berasal dari dalam Dishub. Sebab menurutnya tidak akan menyembuhkan penyakit alias permainan lama dalam internal dinas.

"Kita sedang memperbaiki. Ya Dishub inginnya jadi pelayan masyarakat yang baik, bisa berkolaborasi perusahaan yang bisa menciptakan transportasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, bisa nyaman, aman dan tepat waktu. Itu saja (fokus kita untuk) masyarakat," kata Andri.

Menyoal stiker KIR yang ditempel pada bus TransJ bermerek Scania, Andri belum dapat berkomentar banyak. Pihaknya juga masih menunggu pernyataan resmi dari agen pemegang merek (APM) bus Scania, yakni PT United Tractors.

Sejauh ini, Andri mengungkapkan dirinya belum pernah mendengar keluhan terhadap bus Scania.

"(Secara) kasat mata kok, gue belum pernah dengar (orang bilang) nggak puas sama Scania, pasti puas semua. Kalau kursi lihat saja kan kualitasnya. Masa bus segitu gedenya cuma muat 49 orang saja?" tanya Andri.

"Bus segitu gede masukkin 140-160 orang juga muat. Ya semoga orang disana supaya sadar," pungkasnya.

Sebelumnya, Ahok sempat menyebut ada banyak pihak yang ingin menjatuhkan Scania. Secara spesifik dia mengatakan, tidak sedikit orang-orang di Balai Uji KIR yang berada di bawah Dishub DKI termasuk dalam kelompok 'barisan sakit hati'.

"Scania itu nggak ada masalah. Ini  saya justru mulai suudzon. Kelihatan orang-orang yang ingin jatuhkan Scania. Makanya saya sedang mau teliti Kepala
Uji KIR ini ada maksud apa dan dia orang KIR yang lama nggak karena banyak sekali barisan sakit hati di Dishub," ujar Ahok, hari ini.

Kecurigaannya bukan tanpa alasan. Dia menduga hal ini disebabkan orang yang menjabat sebagai Kepala Dishubtrans DKI saat ini yang dijabat oleh Andri Yansyah, bukan berasal dari orang dalam dinas.

"Orang Perhubungan dipimpin orang yang bukan (dari berlatarbelakang) Dishub. Orang yang sekolah Dishub gigit jari. Orang KIR yang biasa bagi-bagi duit gimana. Kan brengsek sekali ini," sambungnya gemas.

Ingatan Ahok pun melayang saat dirinya bersama Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sidak ke lokasi uji Kir di Kedaung Angke, Jakbar pada 23 Juli 2014 lalu. Saat itu, Ahok yang masih menjabat sebagai Wagub DKI Jakarta itu menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan puluhan petugas pelaksana di lapangan berupa pungutan liar. Begitu juga dengan sarana dan prasarana di lapangan juga diketahui tidak menunjang proses uji KIR.

Kembali lagi ke hasil uji KIR yang terpampang di badan bus Scania, Ahok menilai lebih baik ada kesalahan 'salah hitung' secara administrasi ketimbang salah meloloskan bus dengan kualitas tidak layak. Mantan Bupati Belitung Timur tersebut pun menilai aksi mencari-cari kesalahan stiker KIR tersebut tidak logis.

Ahok menyebut bus Scania dalam hal keamanan sudah sangat baik. Apabila ada satu kabel yang bermasalah, maka muncul lampu indikator di dashboard untuk memberitahu sang sopir. Dia pun kemudian menduga ada unsur kekhawatiran dan kesengajaan 'jebakan Batman' kalau ada oknum yang tidak lagi bisa bermain lewat pembelian bus bermerek asal-asalan dari Tiongkok tidak lagi bisa dibeli.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam stiker KIR yang ditempel di bus dengan nomor JKT 1514214 tertulis bahwa Berat Kosong Kendaraan adalah 19,3 ton, sementara Gross Vehicle Weight atau GVW yang mencerminkan berat bus dalam keadaan bus penuh penumpang adalah 26 ton.

Penumpang yang bisa diangkut harusnya 26 ton dikurangi 19,3 ton atau 6,7 ton. Jika dihitung sesuai peraturan satu orang penumpang yang dihitung beratnya 60 Kg, artinya bus tersebut bisa mengangkut sekurang-kurangnya 111 orang penumpang. Namun dalam stiker KIR itu tertulis, bus hanya dapat mengangkut 39 orang dengan rata-rata berat 60 Kg.

Dirut PT Transportasi Jakarta pun menyatakan telah meminta penjelasan secara resmi kepada PT United Tractors selaku APM (Agen Pemegang Merek) bus Scania dan juga meminta keterangan Karoseri Laksana yang mengurus perizinan pembangunan bus Scania terkait adanya data dan informasi yang agak bertentangan di pelat KIR bus-bus Scania yang telah diserahkan.

Kosasih mengatakan, pihaknya masih menunggu keterangan dari Karoseri Laksana yang akan menemui Dishub Semarang karena bus tersebut dirakit di Semarang. Dia meyakinkan bahwa bus Scania memenuhi syarat dan sudah sesuai dengan spesifikasi yang dipesan. (aws/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads