Peristiwa terjadi hari Minggu (9/8/2015) sore kemarin sekira pukul 19.45 WIB. Saat itu korban yaituย guru SMP bernama Endro Sulaktono (45) warga Pejengkolan Kebumen bersama istri dan dua anaknya yang berusia 7 tahun dan 5 tahun hendak pulang setelah bertamu dari rumah pensiunan guru bernama Satimin (78).
Baru berjalan enam meter, tiba-tiba Ipin berlari ke arah Endro sambil membawa parang dan menyabetkannya. Endro menghindar dan membawa anak dan istrinya masuk lagi ke rumah Satimin sambil berteriak minta tolong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri korban berusaha bangkit setelah disabet parang sedangkan dua anak mereka langsung bersembunyi di bawah kasur sementara sang ayah berjibaku dengan pelaku. Parang pelaku mendarat di tubuh korban dan langsung membuat korban tersungkur.
Korban berusaha menjerit minta tolong, namun dengan sadis pelaku menyumpal mulut korban dan membacok-bacok tubuhnya hingga tewas bersimbah darah.
"Warga yang mengetahui hal itu tidak berani mendekat dan kemudian menghubungi polisi,"ย pungkas Willy.
Tidak berselang lama polisi datang dan berusaha melakukan negosiasi karena saat itu istri dan dua anak korban masih berada di dalam rumah Satimin. Saat didatangai polisi pelaku duduk di samping korban yang bersimbah darah sambil membawa parang dan pisau.
"Pelaku duduk di dekatย korban dan berusaha melempari petugas dengan barang-barang di ruang tamu," ujar Willy.
Suasana mencekam itu berlangsung sekitar 30 menit sampai akhirnya pelaku terlihat lengah. Saat itu juga anggota Resmob Satreskrim Polres Kebumen mengambil tindakan dengan melepas tembakan lewat kaca jendela depan dan mengenai tangan pelaku.
"Kami terpaksa melepas tembakan. Pelaku langsung kami bawa ke rumah sakit dan juga diberi penenang," terangnya.
Sementara itu jenazah korban beserta anak dan istrinya yang terluka dibawa ke RS dr Soedirman Kebumen. Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Dari keterangan saksi yaitu tetangga, pelaku dikenal memiliki gangguan jiwa.
"Menurut tetangga, pelaku memiliki gangguan jiwa. Korban dan pelaku itu tidak saling kenal. Saat ini masih berada di Mapolres, tapi memang belum bisa diambil keterangan," katanya.
Terkait kondisi kejiwaan pelaku, kepolisian akan melakukan observasi bekerjasama dengan dokter ahli dan pihak Rumah Sakit Jiwa.
"Kita koordinasi dengan rumah sakit jiwa untuk observasi," tutup Willy. (alg/try)











































