"Sebelum ke sini saya berbincang selama dua jam dan salah satunya membahas BPPT," ujar JK dalam sambutannya di kantor BPPT di Jalan MH Thamrin , Jakarta Pusat, Senin (10/8/2015).
"Akhirnya kami memutuskan untuk menjadikan BPPT sebagai BLU," sambungnya.
Menurut JK, Indonesia membutuhkan banyak rancang bangun untuk proyek-proyek infratsruktur, terutama yang berasal dari ilmuwan dan ahli dalam negeri. "Diharapkan BPPT bisa menjadi back bone dan dapat berkembang di bidang lain," terangnya.
Selain itu, pemerintah ingin memberikan ruang yang lebih luas kepada para ilmuwan dan peneliti Indonesia untuk berkembang, termasuk soal nilai harga ilmuwan Indonesia dan asing.
"Biar fleksibel dan harus disamakan soal profesionalitas dengan scientist asing. Dulunya kan tidak adil," kata JK.
Dalam sambutannya, dia terlebih dahulu meminta maaf mengkritik BPPT, tetapi bagi JK lembaga ini dinilai kurang efektif.
"Kita balik logikanya, pemerintah tidak beri arah efektif dan keras pada Anda," ujarnya.
JK menginginkan BPPT ke depan harus berdasarkan result oriented alias lebih berorientasi pada hasil. Suami Mufidah Kalla ini menginginkan agar para ilmuwan tidak gampang menyerah dan tidak bekerja secara instan.
Halaman 2 dari 1











































