Kepala LP3 Banyuwangi, Aven Sena menyatakan, opsi yang diambil yakni membuka second base di Bandar Udara Selaparang, Mataram yang sekarang ini tutup. Selain itu mengalihkan jadwal produksi terbang ke Curug dan Semarang.
Aven Sena menyatakan, langkah ini diambil sebab fenomena alam erupsi Gunung Raung tak bisa dihindari dan tak bisa diprediksi kapan akan berakhir. Dengan adanya second base ini, siswa LP3 Banyuwangi juga bisa leluasa melakukan jadwal produksi hingga malam hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadwal produksi kita terbangkan ke Semarang dan Curug. Lalu kita buat second base di Selaparang, karena ini kosong jadi kita bisa terbang sampai malam," kata Aven pada detikcom, Senin (10/8/2015).
Namun jika aktivitas penerbangan di Bandar Udara Blimbingsari dinyatakan aman dan dibuka kembali, maka aktivitas produksi terbang berjalan normal seperti biasa. Para siswa LP3 Banyuwangi bisa melakukan latihan penerbangan touch and go dan terbang area sesuai dengan safety margin yang telah ditetapkan.
"Dengan safety margin 5-6 jam, kita bisa produksi terbang (jam operasi latihan terbang) lima pesawat yang kita operasikan berarti sekitar 30-35 jam per hari," katanya. (rul/try)











































