Ahok menyebut bus pabrikan Swedia itu memiliki sistem peringatan yang baik dan tidak melaju sembarangan apabila bermasalah. Seperti kondisi bus yang dilaporkan di mana lampu indikator di dashboard bus menyala karena sistemnya ada yang tidak sesuai. Sehingga bus tersebut harus dibawa ke lapangan Monas untuk diperiksa. Hasilnya memang ada kabel yang goyang dan sudah diperbaiki.
Ahok menjamin, bus Scania tidak akan beroperasi jika bermasalah apalagi sampai terbakar di tengah jalan seperti bus TransJ sebelumnya. Jika ada yang meragukan dan menganggap remeh bus pilihan Ahok itu, menurutnya itu hanya ulah orang-orang yang sirik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa bilang bus Scania bagus, ini sudah mogok. Bukan mogok, justru saking bagus jadi keluar tanda (peringatan)," sambungnya.
Ahok menilai saking bagusnya sistem bus tersebut, maka lampu indikator untuk keamanan operasional memberi tanda. Menurutnya, lebih baik membeli bus mahal dengan merek ternama ketimbang harus memborong bus merek abal-abal karena murah.
"Kalau standarnya jauh, harganya beda dong jauh. Kalau bedanya cuma Rp 100 juta ngapain beli. Logikanya itu saja. Kamu mau beli mana? Mau beli Scania apa merek Ahok yang beda cuma Rp 100-200 juta. Ya pasti Scania dong. Masa beli merek Ahok yang baru kamu dengar," tutup Ahok.
(aws/slh)











































