Andy Ngaku Bunuh Rian karena Tender, Polisi akan Panggil Eks Presdir XL

Pembunuhan Asisten Presdir XL

Andy Ngaku Bunuh Rian karena Tender, Polisi akan Panggil Eks Presdir XL

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 10 Agu 2015 13:22 WIB
Andy Ngaku Bunuh Rian karena Tender, Polisi akan Panggil Eks Presdir XL
Foto: Istimewa
Jakarta - Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih terus mengembangkan kasus pembunuhan Hayriantira alias Rian yang dibunuh teman dekatnya, Andy Wahyudi. Untuk mengembangkan ini, polisi akan memanggil saksi-saksi, termasuk dari pihak XL, tempat di mana Rian pernah bekerja.

Salah satu saksi yang akan diperiksa yakni Hasnul Suhaimi, mantan Presdir XL yang pernah menjadi bos Rian.

"Iya, nanti kita panggil (Hasnul) sebagai saksi. Tetapi pemanggilannya bukan keterkaitan dengan kasus pembunuhan Rian," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada detikcom, Senin (10/8/2015).

Krishna menegaskan, pemanggilan tersebut dilakukan untuk mencocokkan beberapa keterangan Andy Wahyudi, tersangka pembunuh Rian, yang mengaku pernah mengajukan kerjasama ke XL untuk menyuplai alat pemadam kebakaran untuk tower XL.

"Kita akan mintai keterangan dari orang-orang XL, bukan hanya dia (Hasnul-red), terkait apa betul ada kerjasama dengan XL untuk pengadaan alat pemadam kebakaran," imbuhnya.

Dalam pemeriksaan polisi, Andy mengaku membunuh Rian karena kesal dibilang homo. Andy juga mengaku, ia lebih kesal lagi lantaran Rian 'mengancam' tidak akan suport Andy lagi untuk kerjasama dengan XL.

"Saya sudah pernah mengajukan proposal soal ini ke XL. Saya menaruh harapan besar pada proyek ini. Rian kan orang dekat Presdir XL, jadi dia bisa lobi-lobi ke XL," ungkap Andy dalam kesempatan perbincangan dengan detikcom beberapa hari lalu.

Vice President Corporate Communication XL Axiata, Turina Farouk, pernah menjelaskan soal pengakuan Andy. Dia menyebut, Andy memang pernah mengajukan proposal ke XL di awal tahun 2014.

"Namun dari tahun lalu hingga saat ini XL belum pernah mengadakan proses tender pengadaan alat pemadam kebakaran," kata Turina kepada detikcom, Jumat (7/8/2015).

Dia menegaskan, tender yang dilakukan XL selalu dilakukan sesuai dengan prosedur. "Dan yang pasti semua pengadaan barang di XL berdasarkan proses yang transparan dan menjunjung tinggi integritas," kata Turina.

Sementara Hasnul dalam kesempatan terpisah sudah menyatakan duka cita mendalam terkait kasus Rian. (mei/mad)


Berita Terkait