Selamatkan Pilkada Serentak

Balada Pilkada Serentak, Calon Hilang Sampai Mundur di Tengah Jalan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 10 Agu 2015 12:55 WIB
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Ada fenomena aneh menjelang Pilkada serentak perdana tahun 2015 ini. Sejumlah calon wakil wali kota bermanuver mencengangkan, ada yang menghilang sampai pendaftaran, bahkan ada juga yang mundur di tengah jalan.

Calon Wakil Walikota Surabaya yang diusung Demokrat-PAN, Haries Purwoko, 'menghilang' di tengah proses pendaftaran calon kepala daerah di KPU Surabaya pada Senin (3/8) lalu. Gara-gara hal itu Pilwalkot Surabaya terancam ditunda tahun 2017. Beruntung KPU kemudian memperpanjang masa pandaftaran, namun demikian sampai dengan hari kedua perpanjangan pendaftaran belum ada lawan Risma yang berani mendaftar.

Haries yang juga Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya berdalih memutuskan batal mendaftar karena ada upaya memfitnah seiring niatnya mendampingi bakal calon Walikota Surabaya Dhimam Abror. Menurut Haries, ada pihak yang menuduhnya sebagai calon boneka.

Haries menceritakan 5 menit menjelang penutupan perpanjangan pendaftaran calon, Senin (3/8), dirinya mengaku masih mantap mendampingi Dhimam Abror untuk mengikuti pertarungan pilkada Kota Surabaya melawan pasangan Tri Rismaharini-Wisnu Sakti Buana yang dicalonkan PDI Perjuangan. Situasi mulai berubah saat hendak memasuki ruang pendaftaran calon I lantai 3 Kantor KPU Surabaya.

"Saat di ruang tengah (lantai 1), kami bertemu mas Wisnu Sakti dan mas Awi (Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Surabaya Adi Sutarwijono). Tidak ada masalah ketika saling sambut dan cipika cipiki, kami selama ini bersahabat," ungkapnya melalui email yang diterima detikcom, Selasa (4/8/2015) sore.
 
Saat menaiki tangga lantai 2 menuju lantai 3 Kantor KPU Kota Surabaya untuk melakukan proses pendaftaran, Haries mendengar teriakan bernada sumbang dari beberapa orang yang tanpa basa basi menuduhnya sebagai boneka. "Nah ini bonekanya sudah datang," kata Haries menirukan suara tudingan itu.
 
Mendengar itu, Haries tersinggung. Haries pun langsung menghilang dari lokasi pendaftaran tanpa pamit terlebih dahulu kepada calon wali kota pasangannya, Dhimam Abror.

Di hari yang sama juga calon wakil wali kota Pacitan juga tak hadir saat pendaftaran. Kini setelah proses pendaftaran tahap 1 dan 2 ditutup ada lagi pasangan calon kepala daerah yang mundur di tengah jalan. Pasangan I Ketut Suwandi dan I Made Arjaya kali ini memutuskan tidak melengkapi berkas hingga batas akhir di Pilkada Denpasar.

"Yang tidak melengkapi berkas adalah Pak Suwandi. Satu-satunya berkas yang kurang adalah surat pengunduran diri sebagai anggota DPRD. Kalau saya sudah lengkap," kata bakal calon wakil wali kota Denpasar, I Made Arjaya saat dihubungi pada Senin (10/9/2015).

Manuver tidak menyerahkan berkas itu dilakukan karena pasangan Suwandi-Arja menuding ada mobilisasi PNS oleh pasangan petahana. Padahal, ada aturan yang mewajibkan PNS netral saat Pilkada.

"Ada penggiringan PNS yang masif sampai kita laporkan ke panwas. Tapi laporan kita tidak diterima karena katanya belum ada kandidat. Ini kan ada keputusan yang aneh dan nyeleneh. Ya merasa dicurangi," ucap Arja.

Meski alasannya cukup unik yakni adanya kecurangan padahal Pilkada belum digelar, mereka menampik memboikot Pilkada atau ketakutan menghadapi incumbent.

Keputusan terkait pasangan calon yang tidak melengkapi berkas persyaratan baru akan diumumkan KPU saat penetapan pasangan calon di tanggal 24 Agustus 2015. Bila ada daerah yang memiliki calon memenuhi syarat kurang dari dua, maka pendaftaran akan dibuka kembali. Jika tetap tak ada calon baru yang mendaftar, maka Pilkada di daerah itu akan ditunda ke 2017.

Saat ini sudah ada 7 daerah yang memiliki calon tunggal yaitu Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat), Kabupaten Blitar (Jawa Timur), Kota Mataram (Nusa Tenggara Barat), Kota Samarinda (Kalimantan Timur), Kabupaten Timor Tengah Utara  (Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Pacitan (Jawa Timur) dan Kota Surabaya (Jawa Timur). Pendaftaran Pilkada di 7 daerah tersebut sedang dibuka kembali hingga Selasa (11/8) besok. (van/try)