Andy menyimpan rapat-rapat pembunuhan Rian hampir 9 bulan. Selama itulah, pria beristri dan beranak ini dihantui rasa bersalah. Hidupnya diwarnai gundah gulana.
Pria yang bekerja sebagai sales alat kesehatan ini akhirnya mengakui perbuatannya saat ditahan terkait kasus pemalsuan. Ia bernyanyi di hadapan Ibunda Rian, Rukmila, mengaku membunuh asisten Presdir XL itu di Hotel Cipaganti, Jl Raya Cipanas,Tarogong, Garut, pada 30 Oktober 2014 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasi sudah menjadi bubur. Andy kini hanya bisa menyesali segala perbuatannya. Ia pasrah menerima hukuman yang akan dijatuhkan kelak.
Berikut 3 kisah Andy:
1. Menyesal
Andy Wahyudi (38) menyimpan rahasia pembunuhan Hayriantira alias Rian selama hampir 9 bulan. Selama itu pula, Rian selalu dihantui rasa penyesalan. Meski begitu, dia tidak pernah berinisiatif menyerahkan diri ke polisi.
"Kalau dihantui Rian di mimpi sih enggak ada. Cuma rasa menyesal saja," ucap Andy kepada detikcom, Minggu (9/8/2015).
Selain itu, Andy juga sering gelisah saat hendak tidur. Ia mengaku tidak bisa tidur setelah membunuh Rian.
"Belakangan setelah kejadian itu, saya enggak bisa tidur. Tidur cuma bentar. Bahkan saya sempat sakit," imbuhnya.
2. Tenggelamkan Rian karena Panik
Jenazah Hayriantira alias Rian (37) ditemukan Polres Garut pada 30 Oktober 2014 silam. Saat ditemukan, jenazah Rian dalam kondisi tertelungkup di bak pemandian air panas.
Andy Wahyudi (38), tersangka pembunuh Rian mengaku dirinya membunuh asisten Presdir XL itu karena spontanitas sebab dibilang homo. Ia juga mengaku tidak berniat membuat wajah Rian rusak agar tidak mudah dikenali dengan menenggelamkannya di kolam air panas itu.
"Saya waktu itu panik. Jadi saya masukkan ke kolam itu biar dikira kecelakaan saja," ungkap Andy kepada penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Minggu (9/8/2015).
Dengan begitu, menurut Andy, polisi akan berpikir bahwa Rian mengalami kecelakaan saat berendam. "Biar dikira kecelakaan saja. Biar tak ketahuan juga (telah dibunuh)," ucapnya.
Andy juga mengaku dengan begitu ia bisa menghilangkan jejaknya. Bahkan menurut pengakuannya, barang-barang Rian di dalam tasnya dibuang di Halte Terminal Guntur, Garut, pada hari itu juga agar tidak terlacak jejaknya.
"Handphone-nya saya enggak ambil karena takut kelacak polisi," imbuhnya.
3. Pasrah
Andy Wahyudi (38) dijerat dengan pasal berlapis atas pembunuhan Hayriantira alias Rian (37). Hukuman berat atas dugaan pembunuhan berencana itu pun sudah menantinya. Kini, Andy hanya bisa menyesal dan berpasrah diri atas perbuatannya itu.
"Saya pasrah saja," kata Andy kepada detikcom, Minggu (9/8/2015).
Andy tahu segala risiko dan konsekuensi yang harus ia tanggung setelah mengakui telah membunuh Rian. Dari hukuman penjara yang entah berapa lama, hingga ditinggal keluarga tercintanya.
"Sekarang saya tidak tahu juga bagaimana bentuk keluarga saya, masa depan saya juga. Istri saya juga sekarang lagi marah sama saya," jelas Andy.
Andy memendam rahasia pembunuhan itu selama hampir 9 bulan. Usai membunuh asisten Presdir XL itu, Andy tahu konsekuensi hukum yang akan ia terima jika sampai tertangkap pada saat itu.
"Saya takut dipenjara kalau mengaku membunuh," kata pria beranak dua ini.
Halaman 2 dari 4











































