"Saya sama Rian enggak ada hubungan apa-apa, kami cuma teman dekat saja," kata Andy kepada penyidik, Senin (10/8/2015).
Andy sudah mengenal Rian hampir 2 tahun. Perkenalannya diawali ketika Rian berobat totok syaraf di rumahnya di kawasan Jatibening, Bekasi. Saat itu, rumahtangga Rian dengan suaminya, Dian Wijayana sudah mengalami keretakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rian mengeluhkan tremor pada tangan kanannya. Asisten Presdir XL ini sebelumnya kenal Andy setelah dikenalkan oleh kakaknya, Hayrian atau Ririn yang berada di Belanda. Ririn dan Andy adalah teman semasa SMP.
"Rian itu tangan kanannya enggak bisa menggenggam. Makanya dia enggak bisa bawa mobil juga," ungkapnya.
Sejak saat itu, Rian sering melakukan terapi kepada Andy. Seiring dengan berjalannya waktu, Rian dan Andy pun dekat. Bahkan istri Andy, tahu jika Andy berteman dengan Rian.
"Rian suka curhat ke saya soal rumah tangganya. Dia manggil saya juga kakak," lanjutnya.
Bahkan, menurut keterangan keluarga Rian, Andy seringmendampingi Rian selama proses persidangan cerai di Pengadilan Agama Depok.
Namun, saat ditanya apa motif yang melatarbelakanginya membunuh Rian, Andy tetap mengaku hal itu lantaran ia kesal terus-terusan disebut homo oleh Rian setelah diajak berhubungan intim dengan korban. Keterangan ini membuat penyidik Subdit Jatanras masih heran, bagaimana mungkin seseorang yang tidak pernah terlibat hubungan asmara tiba-tiba memintanya untuk berhubungan intim.
"Saya juga enggak tahu kenapa (diajak berhubungan intim)," tuturnya.
Sejauh ini, polisi masih menyelidiki motif sesungguhnya dalam pembunuhan itu. Keterangan Andy tidak sepenuhnya dipercayai oleh polisi.
(mei/faj)











































