"Saya palsukan tanda tangan dan KTP Rian setelah kejadian itu (pembunuhan) sekitar akhir November 2014 atau awal Desember 2014," kata Andy kepada detikcom, Senin (10/8/2015).
Andy mengaku tidak ada barang apa pun yang diambil dari dalam tas Rian-termasuk KTP-usai membunuhnya. Tas berisi barang-barang pribadi itu dibuang di Terminal Guntur, Garut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pesan KTP palsu di internet, bayar Rp 1 juta lewat transfer tunai di ATM. Tiga hari langsung selesai, dianter lewat paket," ungkapnya.
Adapun, data-data di KTP Rian yang palsu adalah data-data yang sama dengan aslinya. Andy mengaku pernah dikirimi scan KTP Rian via email dari Rian. "Rian kan pernah meminta saya buat jualin rumahnya yang di Jl Kucica (Depok), lalu dia kirim fotocopy sertifikat rumahnya sama scan KTP dia ke email saya," jelasnya.
Tiga bulan berselang setelah mengambil STNK mobil Honda Mobilio, Andy kemudian mengambil BPKB mobil tersebut di showroom di Depok dengan melampirkan surat kuasa yang ditandatangani oleh 'Rian'. "Saya ambil BPKB itu sekitar Februari 2015," ungkapnya.
Lalu mengapa Andy memalsukan tanda tangan dan KTP Rian untuk mengambil mobil tersebut? Mobil itu sendiri sudah ada dalam penguasaan Andy sejak September 2014 lalu. "Saya cuma berpikir saat itu kalau dia masih punya utang Rp 80 juta sama saya. Jadi mobil itu buat jaminan bagi saya," tutupnya. (mei/aan)











































