Lagi, Calon dari PDIP Terancam Tak Punya Lawan di Pilkada

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 10 Agu 2015 09:14 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pasangan calon petahana di Pilkada Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara yang diusung PDIP terancam tanpa lawan setelah pesaingnya, I Ketut Suwandi dan I Made Arjaya tidak melengkapi berkas. Rai Manta-Jaya menambah jumlah pasangan PDIP yang merupakan calon tunggal.

IB Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara di Pilkada Denpasar diusung oleh PDIP, NasDem dan Hanura. Sementara itu, lawannya yaitu Suwandi-Arja diajukan oleh Koalisi Bali Mandara yang merupakan gabungan dari Golkar, Gerindra, Partai Demokrat, dan PKS.

Suwandi-Arja mengirim surat ke KPU Kota Denpasar pada Jumat (7/8) lalu sekitar pukul 15.40 WITA atau hanya berjarak 10 menit dari batas pengumpulan berkas yang telah ditentukan. Ketua KPU Kota Denpasar, I Gede John Darmawan mengatakan bahwa dalam surat itu, pasangan Suwandi-Arja meminta maaf karena tidak bisa melengkapi berkas.

Keputusan terkait pasangan calon yang tidak melengkapi berkas persyaratan baru akan diumumkan saat penetapan pasangan calon di tanggal 24 Agustus 2015. Bila ada daerah yang memiliki calon memenuhi syarat kurang dari dua, maka pendaftaran akan dibuka kembali. Jika tetap tak ada calon baru yang mendaftar, maka Pilkada di daerah itu akan ditunda ke 2017.

Bukan hanya kali ini pasangan calon yang diusung PDIP menjadi calon tunggal. Sebelumnya, dari 7 daerah yang Pilkada-nya terancam ditunda, mayoritas calonnya diusung oleh partai berlambang banteng moncong putih. Berikut adalah asal partai pengusung di 7 daerah:

1. Kabupaten Tasikmalaya diĀ  Jawa Barat.

Hanya ada satu pasangan calon yaitu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto. Pasangan ini petahana dan masih menjabat bupati dan wakil bupati. Kedua calon ini diusung PDIP, PPP, Golkar, PAN, dan PKS.

2. Kabupaten Blitar di Jawa Timur.

Riyanto dan Urip Widodo. Riyanto diketahui merupakan mantan Bupati Blitar. Sedangkan, Urip merupakan Ketua DPC PDIP di Blitar. Pasangan ini diusung PDIP dan Gerindra. Gabungan kedua partai ini memiliki 19 kursi di DPRD Blitar.

3. Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat.

Kota Mataram ada pasangan incumbent Ahyar Abduh - Mohan Roliskana. Pasangan ini sebenarnya diusung Partai Golkar. Namun, pasangan ini jadi gagal karena calon pasangan lain yaitu Salman - Jana Handiyana dalam menit terakhir jelang pendaftaran bersama parpol pengusung yang memaksakan pendaftarannya agar bisa diterima.

"Untuk Kota Mataram, kemarin ada pasangan yang baru mendaftar dan dalam tanda petik terjadi penerimaan pendaftaran yang terpaksa. Dan, setelah dikoreksi, cek oleh KPU provinsinya, tadi malam telah ditetapkan, pasangan calon itu tidak bisa atau dibatalkan," ujar Hadar.

4. Kota Samarinda di Kalimantan Timur.

Untuk Kota Samarinda (Kalimantan Timur), ada pasangan petahana Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail yang diusung Demokrat, NasDem, dan Gerindra.

Sebenarnya ada pasangan calon tandingan yang mendaftar di hari terakhir Pilkada Kota Samarinda. Namun, kedua pasangan ini dinilai tak sesuai prosedur karena berkas juga tak lengkap.

5. Kabupaten Timor Tengah Utara. di Nusa Tenggara Timur.

Untuk Kabupaten Timor Tengah Utara (NTT) terdapat pasangan Raymundus Sau Fernandes dan Aloysius Kobes. Pasangan calon tunggal ini diusung PDIP dan merupakan pasangan incumbent.

6. Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Hanya terdapat satu pasangan di kabupaten ini, yakni Indartato dan Yudi Sumbogo. Pasangan tersebut disokong Partai Demorat dan tiga partai pendukung, yaitu Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai NasDem.

7. Kota Surabaya, Jawa Timur.

Calon dari PDIP yang juga incumbent Risma-Wisnu terancam tak bertarung di Pilkada. Tak ada calon Parpol lain yang maju. Namun di last minute mendaftar Dhimam- Haries yang diusung PD dan PAN.

(imk/yds)