Hardisk-gate di Gedung DPR
Pamdal DPR Sudah Diberi Laporan
Kamis, 24 Feb 2005 12:50 WIB
Jakarta - Pencurian hardisk dan prosesor komputer para anggota DPR di ruang kerja mereka di gedung DPR masih misterius. Pamdal (pengamanan dalam) DPR sudah dilapori kasus ini. Tapi, ternyata kasus pencurian ini masih terjadi. Kepala Bagian Umum Fraksi Partai Golkar Bambang Hermanto saat ditemui detikcom Kamis (24/2/2005) di lantai 13 gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta mengaku ada empat anggota FPG yang menjadi korban pencurian hardisk dan prosesor itu. Dia sempat dibuat bingung dengan pencurian ini. "Saya bingung kok ini bisa terjadi di gedung DPR. Apalagi kasus yang menimpa Bu Faridah Effendi, padahal ruangan dalam posisi terkunci. Ini memang aneh," komentar Bambang. Pihaknya sudah melaporkan kejadian pencurian ini kepada Pamdal. Namun, belum kejelasan dari Kamdal mengenai hal ini. "Tapi, sampai sekarang, saya tidak tahu perkembangannya seperti apa. Tapi setahu saya, kasus ini belum dilaporkan ke polisi," ujarnya. Bambang mengaku, setelah komputer empat anggota FPG itu rusak dan tidak bisa dipakai, pihaknya langsung meminta kepada bagian pengadaan barang DPR untuk menggantinya. "Dan saat ini, komputer-komputer mereka sudah diganti," jelasnya. Menurut Bambang, sebenarnya ruangan para anggota FPG dari lantai 10 sampai 14 gedung Nusantara I, pintu masuk menuju ruang-ruang anggota sudah dikunci pada pukul 17.00 WIB setiap harinya. "Kalau ada anggota yang sampai malam, mereka sendiri yang mengurusnya. Kami mengunci pada pukul 17.00 WIB," ujarnya. Sementara anggota FPAN Alvin Lie kepada detikcom juga sudah mengaku memberitahukan kasus yang dialaminya ini ke Pamdal. "Menurut Pamdal, saya jadi korban keenam," kata Alvin.
(asy/)











































