Dikutip dari siaran pers KBRI Canberra, Senin (10/8/2015), pagelaran itu dihadiri oleh para pejabat tinggi pemerintah Australia, para duta besar negara sahabat, antara lain Duta Besar Belanda, Duta Besar negara anggota ASEAN, Meksiko dan komunitas diplomatik seperti dari Vanuatu, serta akademisi, pecinta budaya dan pengamat seni Australia. Pagelaran itu berlangsung di Balai Kartini, KBRI Canberra, pada Minggu (9/8) sore hari pukul 18.00 sore waktu setempat.
Balai Kartini dengan kapasitas 300 orang itu diisi oleh tamu undangan yang mengajak kerabat dan keluarganya di tengah musim dingin dengan suhu di bawah 6Β°C. Bahkan beberapa orang Australia yang tinggal di Melbourne sengaja jauh-jauh datang dari kota yang terletak sekitar 8 jam dari Kota Canberra, hanya untuk menyaksikan pertunjukan wayang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Acara ini selain untuk memperkenalkan Wayang Kulit ke publik Australia, juga sebagai upaya untuk melestarikan kesenian Nusantara yang sudah berumur hingga 1000 tahun ini, di mancanegara," kata Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema saat membuka secara resmi pementasan wayang kulit tersebut.
Seluruh penonton menyimak gerakan dinamis bayang-bayang wayang di layar. Mereka tak henti mengekspresikan kekaguman mereka melihat keunikan pementasan wayang kulit di mana penonton dapat melihat dari dua sisi, baik dari depan maupun belakang layar. Isi cerita wayang kulit menurut mereka sangat menghibur dan kaya akan pesan-pesan moral bagi kehidupan. Sambil menyaksikan wayang, para tamu asyik menikmati hidangan sate ayam, bakso, cemilan kacang rebus, singkong rebus dan lemper.
"Wayang adalah kombinasi yang menarik dari musik dan drama, serta memberikan nuansa magis. Saya juga menyukai sentuhan humor di Wayang," ucap Edie Young, Project Officer di National Gallery of Australia.
Edie Young sudah lama menggemari dan sangat menikmati pertunjukan wayang. Menurutnya, anak muda Australia banyak yang mengenal wayang karena di berbagai sekolah di Australia terdapat mata pendidikan yang memperkenalkan budaya Indonesia melalui school tour ke KBRI.
"Hal ini membangun kesadaran anak-anak Australia sedari dini mengenai budaya Indonesia," ujarnya.
Program promosi budaya seperti pagelaran wayang malam ini, merupakan salah satu wujud diplomasi yang paling efektif dan nyata dalam meningkatkan hubungan antar-masyarakat Indonesia dan Australia (people-to-people links). Diharapkan, promosi all out yang dilakukan Pemerintah Indonesia di mancanegara dapat mewujudkan target Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kunjungan wisawatan asal Australia ke Indonesia hingga sampai 2 juta turis pada tahun 2015. Australia merupakan penyumbang devisa terbesar ke-4 terhadap industri pariwisata nasional, setelah Singapura, Malaysia dan Tiongkok.
(imk/imk)











































