Hardisk-gate di Gedung DPR
4 Anggota FPG Juga Jadi Korban
Kamis, 24 Feb 2005 12:29 WIB
Jakarta - Selain dua anggota Fraksi PAN, empat angota Fraksi Partai Golkar (FPG) juga menjadi korban pencurian hardisk komputer di ruang kerja mereka. Keempatnya adalah Abdul Gafur, Adiwarsita Adinegoro, Faridah Effendi, dan Hasanuddin Murad. Keempat anggota FPG ini berkantor di lantai 13, gedung Nusantara I, gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (24/2/2005). Ruangan mereka berdekatan. Bahkan, ruang kerja Abdul Gafur, Faridah Effendi, dan Hasanuddin Murad berada di dalam satu lorong. Dari informasi yang dikumpulkan detikcom, pencurian itu terjadi antara awal Janauari sampai awal Februari 2005. Barang-barang di PC mereka yang dicuri, ternyata juga bukan hanya hardisk, tapi juga prosesor. Abdul Gafur kehilangan prosesor dan hardisk komputernya. Sementara, Adiwarsita Adinegoro, hanya kehilangan prosesor komputernya. Menurut salah seorang staf Adiwarsita yang keberatan disebutkan namanya, prosesor komputer diketahui hilang pada 4 Januari 2005. Menurut dia, prosesor itu dicuri saat sedang masa transisi penggantian kunci ruangan. "Jadi, malam itu, memang ruang tidak dikunci, karena kunci yang baru belum diserahkan," kata dia. Dia mengetahui, komputernya ada masalah, pada 4 Januari 2005 pagi hari, saat dirinya akan menyalakan komputer. "Ketika saya menghidupkan, komputer tidak nyala. Besoknya, saya membawa teman saya yang mengerti komputer, ternyata proseseornya hilang," kisahnya.Anggota FPG Faridah Effendi juga kehilangan prosesor komputernya. Kejadiannya pada awal Februari 2005. Saat prosesor komputernya hilang, ruangan kerjanya dalam keadaan terkunci. "Sebelum meninggalkan ruangan, saya mengunci ruang ini. Dan pagi harinya, saya datang, pintu juga masih terkunci. Tapi, saat menyalakan komputer, ternyata komputer tidak bisa dioperasikan. Prosesornya hilang," ujar salah seorang staf di ruang Faridah. Yang agak beruntung, Hasanuddin Murad. Si pencuri memang sudah masuk ke ruang kerjanya sekitar awal Februari 2005. Tapi, pencuri tidak berhasil membawa kabur hardisk maupun prosesor komputernya. Sehari-hari, Hasanuddin selalu menggembok komputernya yang bermerek HP itu. "Komputer di sini memang selalu digembok. Ini mereknya HP. Gara-gara digembok inilah, pencuri tidak bisa mengambilnya. Tapi, pencuri sempat merusak bagian disk drive-nya," ungkap salah seorang staf di ruang Hasanuddin. Kini, pencurian misterius terhadap hardisk dan prosesor komputer para anggota dewan ini sudah jadi bahan perbincangan di kalangan staf DPR di lantai 13 itu. Di ruang kerja empat korban itu, tidak ada barang berharga lain yang hilang, kecuali hanya hardisk dan prosesor. Lantas siapa pelakunya? Sebenarnya, bisa ditelusuri dengan melihat rekaman CCTV yang ada di lantai itu. Tapi, menurut para staf di sana, CCTV itu tidak bisa beroperasi alias mati. "Itu hanya pajangan mas, wong tidak nyala," kata salah seorang staf.
(asy/)











































