9 Napi Terorisme Dipindah karena Cekcok, Simpatisan Demo LP Lowokwaru

9 Napi Terorisme Dipindah karena Cekcok, Simpatisan Demo LP Lowokwaru

Muhammad Aminudin - detikNews
Minggu, 09 Agu 2015 15:51 WIB
9 Napi Terorisme Dipindah karena Cekcok, Simpatisan Demo LP Lowokwaru
Foto: M Aminudin
Malang - Sekelompok orang berunjuk rasa di LP Lowokwaru, Malang, Minggu (9/8/2015) siang. Mereka menentang pemindahan 9 napi kasus terorisme yang terlibat keributan. Polisi mengawal ketat aksi itu.

Sebagian pendemo terlihat mengenakan penutup hidup. Beberapa mengenakan sepatu, sisanya bersandal jepit. Dalam orasinya, mereka meminta penjelasan soal pemindahan 9 napi.

"Dalam Islam, satu kali dipukul harus dibalas dipukul. Saudara kita teraniaya," teriak pendemo sambil memegang mikrofon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak berapa lama, perwakilan pendemo diizinkan masuk. Sementara para pendemo lainnya bertahan di depan gerbang Lapas Kelas I Lowokwaru. Di sela menunggu perwakilan keluar, pendemo lain menggelar salat berjamaah di tempat yang sebelumnya dijadikan aksi demontrasi.
Ustad Romli, salah satu perwakilan pendemo, menuturkan, Lapas Kelas I Lowokwaru tidak transparan karena menutupi identitas sipir yang menganiaya napi kasus terorisme sebelum dipindahkan. Padahal perbuatan sipir tidak dapat ditoleransi.

"Dipukul sekali balas sekali, dipukul berkali-kali, kita habisi saja," teriak Ustad Romli disambut takbir pendemo.

Romli menyesalkan para napi disebar di berbagai lapas dan tidak disatukan dengan alasan tidak rasional. "Ichwan-ichwan kami sekarang disebar, mereka dipisahkan dari saudaranya," tandasnya.

Usai mendapat penjelasan, para pendemo meninggalkan LP dengan berjalan kaki. Sementara, petugas LP Effendi Lukman yang ditemui terpisah mengatakan, dalam pertemuan tadi, sipir yang dimaksud pendemo dihadirkan. Sipir tersebut menceritakan langsung kejadian riilnya.

"Mereka (pendemo) bisa menerima. Tiga nama yang dicari, tidak bertugas disini," ujar Effendi.

9 Napi terorisme dipindah ke Lapas Madiun, Porong, Pamekasan, Probolinggo, dan Lumajang, Sabtu (8/8) malam. Mereka terlibat keributan dengan petugas karena marah ditegur saat jam besuk sudah hampir habis. Dari 9 napi, salah satunya adalah Maksum alias Acum yang terlibat kasus perampokan Bank CIMB Niaga Medan.
(bdh/try)


Berita Terkait