Sebagian pendemo terlihat mengenakan penutup hidup. Beberapa mengenakan sepatu, sisanya bersandal jepit. Dalam orasinya, mereka meminta penjelasan soal pemindahan 9 napi.
"Dalam Islam, satu kali dipukul harus dibalas dipukul. Saudara kita teraniaya," teriak pendemo sambil memegang mikrofon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Dipukul sekali balas sekali, dipukul berkali-kali, kita habisi saja," teriak Ustad Romli disambut takbir pendemo.
Romli menyesalkan para napi disebar di berbagai lapas dan tidak disatukan dengan alasan tidak rasional. "Ichwan-ichwan kami sekarang disebar, mereka dipisahkan dari saudaranya," tandasnya.
Usai mendapat penjelasan, para pendemo meninggalkan LP dengan berjalan kaki. Sementara, petugas LP Effendi Lukman yang ditemui terpisah mengatakan, dalam pertemuan tadi, sipir yang dimaksud pendemo dihadirkan. Sipir tersebut menceritakan langsung kejadian riilnya.
"Mereka (pendemo) bisa menerima. Tiga nama yang dicari, tidak bertugas disini," ujar Effendi.
9 Napi terorisme dipindah ke Lapas Madiun, Porong, Pamekasan, Probolinggo, dan Lumajang, Sabtu (8/8) malam. Mereka terlibat keributan dengan petugas karena marah ditegur saat jam besuk sudah hampir habis. Dari 9 napi, salah satunya adalah Maksum alias Acum yang terlibat kasus perampokan Bank CIMB Niaga Medan.
![]() |













































