"Saya mendapatkan pelajaran baru dari seorang pelayan di luar negeri," ujar JK dalam sambutannya di pondok pesantren modern Assalaam di kabupaten Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2015).
JK mengatakan dirinya sedang berada di Eropa dan saat itu Ramadan di mana seluruh umat Islam melaksanakan ibadah puasa. karena melaksanakan perjalananan dari Indonesia ke Eropa, JK menganggap dirinya merupakan bagian dari musafir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya pelayan itu menanyakan asal negara JK dan agama yang dianutnya. JK membalas pertanyaan itu dengan menyebut dirinya berasal dari Indonesia dan beragama Islam. Tidak lupa JK mengatakan dirinya adalah seorang musafir.
"Tiba tiba pelayan itu bertanya apakah Anda menggunakan pesawat terbang? Kenapa Anda ingin berbuka puasa padahal Anda hanya duduk di pesawat dan tidak melakukan apa apa," jawab pelayan itu.
Seketika itu JK tersadar bahwa dirinya tidak boleh berbuka puasa. Ilmu pengetahuan telah membuat manusia menjadi lebih mudah bekerja dan tentunya hal itu berbeda dengan zaman nabi Muhammad dahulu.
"Naik unta sejauh 80 km tentu berbeda dengan naik kendaraan. Masa naik kendaraan mau jadi musafir juga," terangnya.
Menurut JK, teknologi juga memudahkan masyarakat untuk beramal. Seperti soal pembayaran zakat lewat handphone atau pembayaran lainnya. (fiq/gah)











































