Konsulat jenderal (konjen) RI di Ho Chi Minh City, Vietnam, Jean Anes mengungkapkan, Cecilia ditemukan pada Jumat (7/8/2015) kemarin. Tak lama setelah Cecilia ditemukan, pihak Konsulat Jenderal RI (KJRI) langsung memediasi Ela dan suaminya, Karl, seorang warga negara Amerika.
"Anak tersebut sudah ketemu kemarin. Staf KJRI sejak kemarin mendampingi saudari Ela Herawati untuk mediasi dengan mantan suaminya, Mr Karl mengenai hak asuh anak mereka tersebut," ujar Jean melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Sabtu (8/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ela melaporkan kehilangan Cecilia saat mereka sedang berada di sebuah hotel di Vietnam. Ela menduga Karl-lah yang menculik anaknya.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemlu, Muhammad Iqbal, menjelaskan, KJRI mendapatkan notifikasi dari Kepolisian Vung Tau City terkait laporan Ela tersebut. Ela khawatir akan keselamatan anaknya karena Karl memiliki catatan medis tak terlalu baik.
"Ibu Ela Herawati mengkhawatirkan keselamatan anaknya karena mantan suaminya memiliki catatan medis pernah mengalami depresi dari salah satu rumah sakit di Bintaro. KJRI juga memberikan bantuan makanan dan finansial kepada Ela Herawati guna meringankan beban yang bersangkutan," ujar Iqbal, Kamis (6/8).
Ela bercerai setahun lalu dengan Karl setelah menikah selama 6 tahun dan hak asuh anak resmi jatuh ke tangan Ela. Perceraian itu terjadi karena Karl berselingkuh dengan wanita lain. Setelah beberapa saat, Karl yang sudah tinggal di Vietnam ingin bertemu dengan Cecilia karena dia akan dioperasi besar.
Karl mengatur pertemuan itu dengan mengajak Cecilia dan Ela berlibur dengan menginap di sebuah hotel di Vietnam. Di sana, Ela diberi voucher spa. Namun setelah 3 jam dari mendatangi spa di hotel, Ela mendapati anaknya telah hilang. Tidak itu saja, uang dollar, Euro, dua kartu kredit, gelang emas dan ponsel Ela juga telah hilang. (rna/nwy)











































