Meskipun Jokowi berharap hal tersebut tidak ada, tapi setiap tahun selalu ada perilaku jaksa yang dikenai sanksi di pengawasan. Perilaku di luar kinerja seperti memakai narkoba sampai memeras tersangka kerap dialamatkan kepada jaksa.
Pada saat acara halal bihalal Keluarga Besar Purna Adhyaksa (KBPA) di Kejaksaan Agung (Kejagung), para sesepuh jaksa sempat memberikan masukan kepada jaksa-jaksa yang masih aktif. Komitmen sebagai penegak hukum yang adil harus selalu dinomorsatukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmono yang pernah pula menjadi Plt Jaksa Agung itu mengatakan hal itu di sela acara halal bi halal di Kejagung. Hadir pula beberapa mantan Jaksa Agung seperti Hendarman Supandji, MA Rachman, Abdul Rahman Saleh dan Basrief Arief.
Lebih lanjut lagi, Darmono berharap agar jaksa selalu memperbaiki kinerjanya. Dia ingin agar Korps Adhyaksa tidak lagi dianggap enteng dan kembali ke masa jaya sebagai aparat penegak hukum.
"Diharapkan pada semua warga jaksa bahwa dari tahun ke tahun semakin memperbaiki kinerjanya, berarti memperbaiki komitmennya, memperbaiki kompetensinya, memperbaiki perilakunya sehingga pada saatnya diharapkan kejaksaan bisa mencapai puncak kejayaannya kembali," tutur Darmono.
Hal senada juga dikatakan oleh Abdul Rahman mengenai kinerja jaksa yang harus semakin membaik. Menurutnya profesi sebagai penegak hukum dituntut mempunyai keberanian dan kejujuran.
"Integritas itu harga mati. Hanya orang-orang yang punya integritas yaitu keberanian, kejujuran, keadilan boleh dan bisa bekerja di bidang hukum. Kalau nggak, dagang saja atau di profesi lainlah. Sebab kalau jaksa dan hakim itu sebetulnya tidak boleh salah dia," tutur Abdul Rahman.
Abdul Rahman menambahkan bahwa integritas itu tidak bisa sekejap saja. Integritas jaksa harus diperjuangkan selama hayat masih dikandung badan.
"Itu perjuangan seumur hidup. Itu biasanya dari pendidikan dari kecil, tidak bisa secara instan," tegas Abdul Rahman.
Halaman 2 dari 1











































