Jokowi Ajukan 33 Calon Dubes, Ada Anak Achmad Yani dan Dirut CSIS

Jokowi Ajukan 33 Calon Dubes, Ada Anak Achmad Yani dan Dirut CSIS

Ray Jordan - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2015 10:34 WIB
Jokowi Ajukan 33 Calon Dubes, Ada Anak Achmad Yani dan Dirut CSIS
Foto: Cahyo/Setpres
Jakarta - Presiden Joko Widodo mengajukan nama-nama calon duta besar Indonesia untuk negara sahabat ke DPR. Total ada 33 nama calon dubes baru yang diajukan.

Informasi yang dihimpun detikcom, Sabtu (8/8/2015), nama-nama itu diajukan Presiden Jokowi pada 6 Agustus 2015. Dari 33 nama itu beberapa di antaranya bukanlah nama baru.

Seperti Amelia Achmad Yani yang merupakan pengusaha dan juga politisi. Anak dari pahlawan nasional Achmad Yani ini diajukan Jokowi untuk ditempatkan Sarajevo, Bosnia Herzegovina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahmad Rusdi. Dia menjabat sebagai Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri dan Kepala Protokol Negara. Pria ini pernah meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena telah melayani enam Presiden Indonesia selama 17 tahun pengabdiannya. Rusdi diusulkan unutk ditempatkan sebagai dubes di Bangkok, Thailand.

Ada juga Rizal Sukma, yang merupakan Ketua Lembaga Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah sekaligus Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS). Rizal juga merupakan intelektual Indonesia yang masuk daftar 100 pemikir global versi majalah Foreign Policy, AS. Rizal diusulkan menjadi dubes di London, Inggris dan Irlandia.

Unsur TNI juga diusulkan Jokowi. Seperti Mayjen TNI (Purn) Mochammad Luthfie Wittoeng untuk dubes Caracas, Venezuela dan Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi sebagai dubes Doha, Qatar.

Berikut 33 nama calon dubes baru yang diusulkan Jokowi ke DPR:

1. Hasan Bagis, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab
2. Safira Machrusah, Alffer, Aljazira
3. Bambang Antarikso, Baghdad, Irak
4. Husnan Bey Fananie, Baku, Azerbaijan
5. Ahmad Rusdi, Bangkok, Thailand
6. Yuri Octavian Thamrin, Brussel, Belgia dan merangkap Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa
7. Helmy Fauzi, Kairo, Mesir
8. Mayjen TNI (Purn) Mochammad Luthfie Wittoeng, Caracas, Venezuela
9. Mansyur Pangeran, Dakar, Senegal
10. I Gusti Agung Wesaka Puja, Den Haag, Belanda merangkap OPCW
11. Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, Doha, Qatar
12. Ibnu Hadi, Hanoi, Viietnam
13. Alfred Tanduk Palembangan, Havana, Kuba
14. Wiwiek Setyawati Firman, Helsinski, Finlandia
15. Iwan Suyudhie Amri, Islamabad, Pakistan
16. Muhammad Ibnu Said, Kopenhagen, Denmark
17. Rizal Sukma, London untuk Inggris dan Irlandia
18. Tito Dos Santos Baptista, Maputo, Mozambique
19. Mohammad Wahid Supriyadi, Moscow, Rusia
20. Musthofa Taufik Abdul Latif, Muscat, Oman
21. R Soehardjono Sastromihardjo, Nairobi, Kenya
22. Marsekal Madya TNI (Purn) Budhy Santoso, Panama City, Panama
23. Dian Triansyah Djani, New York untuk utusan tetap PBB
24. Diennaryati Tjokrisuprihatono, Quito, Ekuador
25. Agus Maftuh Abegebriel, Riyadh, Arab Saudi
26. Amelia Achmad Yani, Sarajevo, Bosnia-Herzegovina
27. I Gede Ngurah Swajaya, Singapura
28. Sri Astarai Rasjid, Sofia, Bulgaria
29. R Bagas Hapsoro, Stockholm, Swedia
30. Octaviano Alimudin, Tehran, Iran
31. Antonius Agus Sriyono, Vatican
32. Eddy Basuki, Windhoek, Namibia
33. Alexander Litaay, Zagreb, Kroasia

(jor/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads