Pengelola JORR Larang Motor Masuk Tol Depan Citos, Dishub DKI Putar Otak

Pengelola JORR Larang Motor Masuk Tol Depan Citos, Dishub DKI Putar Otak

Aditya Fajar Indrawan, Salmah Muslimah - detikNews
Jumat, 07 Agu 2015 18:28 WIB
Pengelola JORR Larang Motor Masuk Tol Depan Citos, Dishub DKI Putar Otak
Foto: Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Selatan Priyanto
Jakarta - Pengelola Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) yaitu PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) keberatan motor masuk tol di depan Mal Cilandak Town Square (Citos). Dishub DKI pun memutar otak mengurai macet karena pelebaran jalan di arteri Jl TB Simatupang itu.
Β 
"Ada rambu tulisannya Antasari/Blok M masuk lajur khusus kendaraan kecil/roda 4 pukul 06.00-09.00 WIB. Jadi hanya kendaraan kecil dan roda 4 saja, sedangkan bus, truk dan motor dilarang masuk," demikian keberatan yang diungkapkan Kepala Divisi Lalu Lintas PT JLJ Saut Sitorus kepada detikcom, Rabu (5/8/2015) lalu yang ditulis pada Jumat (7/8/2015). Β 
Β 
Menurut Saut, sejak 3 Agustus 2015 lalu hingga Rabu ini motor memang bisa masuk karena situasi sebelum gerbang Tol Fatmawati 1 padat oleh kendaraan baik motor atau mobil, sehingga petugas mengizinkam masuk tol.
Β 
"Suasana di lapangan itu crowded, akhirnya petugas di situ motor diperbolehkan masuk. Motor akan kita larang nggak boleh masuk lagi," ucapnya.
Β 
Keterangan tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah hari ini bahwa memang benar motor sudah tak bisa masuk tol JORR depan Citos lagi. Β 
Β 
"Sudah nggak boleh, karena memang menyangkut keselamatan. Makanya saya dengan Satlantas (Polres) Jakarta Selatan dan Sudin (Perhubungan) Jaksel, akan mencari lagi solusi yang terbaik," jelas Andri usai pertemuan dengan perwakilan Go-Jek, Uber dan GrabTaxi di kantornya di Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2015).Β  Β 
Β 
Dia mengakui sejak Senin dan beberapa hari setelahnya motor sempat dicoba tapi karena ternyata sangat membahayakan, jadi motor tidak boleh lagi masuk tol. Β 
Β 
"Coba-dan coba terus, seumpama efektif kita lakukan, jika tidak akan kita cari solusi lain. Kasudin Perhubungan Jaksel, sama-sama bicara Satlantas dengan instansi terkait untuk cari solusinya," imbuhnya. Β 
Β 
Andri memaklumi bila pengelola JORR keberatan karena memang jika terjadi sesuatu dengan motor-motor itu dalam tol JORR, maka pihak pengelola JORR-lah yang bertanggung jawab.
Β 
"Karena dilihat jika terjadi apa-apa mengenai keselamatan makan dia yang akan bertanggung jawab karena di domain-nya. Kita kan memberikan solusi, seumpama pihak JORR nggak keberatan ya alhamdulilah, tapi karena keberatan ya kita tidak bisa paksa," tutur dia.
Β 
"Kita akan cari solusi lain untuk mengatasi kemacetan di Citos, aspirasi masyarakat kita tampung,, cuma tidak bisa instan. Harus dikaji, dan melibatkan banyak pihak kerenakan bersinggungan dengan pihak lain,jadi ngga bisa langsung libas saja," tandasnya. Β 
Β 
Sedangkan Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Selatan Priyanto ketika dikonfirmasi motor dilarang kembali masuk tol JORR depan Citos menjawab, "Motor tidak masuk sejak Rabu, untuk roda 4 pribadi tetap".
Β 
Sebelumnya jalur khusus yang mengambil jalur paling kiri gerbang Tol Fatmawati 1 ini dilakukan untuk mengurai kemacetan karena ada pelebaran jalan di depan Citos. Saat ini sedang diadakan pelebaran jalan oleh Balai Besar Pekerjaan Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pelebaran jalan yang dilakukan memiliki lebar 1,5 meter dengan panjang 600 meter.Β  Β 
Β 
Untuk mengurangi kemacetan akibat proyek ini, kendaraan dibolehkan melalui Tol JORR dengan gratis sepanjang kira-kira 400 meter dan akan keluar di depan showroom Lamborghini, sebelum Jalan Antasari. Jalur alternatif tersebut akan berlaku sejak 2 Agustus hingga bulan Desember 2015. Namun per Rabu 5 Agustus 2015 lalu, hanya mobil yang boleh masuk tol gratis, motor sudah dilarang.
Halaman 2 dari 1
(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads