Pada 3 Desember 2012, Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya dan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Yeong melakukan peletakan batu pertama di halaman Masjid Istiqlal, tanda dimulainya restorasi. Pada Januari 2013, Dubes Korsel menemui Jokowi yang baru beberapa bulan menjadi gubernur Jakarta untuk mendiskusikan proyek futuristik itu.
Misi dari restorasi adalah memulihkan kualitas sungai dalam waktu cepat. Sedang Jokowi menginginkan tempat itu juga akan menjadi ruang terbuka untuk publik.
![]() |
Langkah-lagkah restorasi itu meliputi perbaikan sungai sepanjang 470 meter secara ekologis seperti pengerukan lumpur sebanyak 20.000 ton, pemasangan pintu air serta perbaikan bantaran sungai dengan menggunakan tanaman serta pembuatan instalasi pengolahan limbah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Haji Mubarok yang ditemui detikcom berkenan bercerita tentang proyek tersebut.
"Proyek restorasi meliputi penjernihan di kawasan Sungai Ciliwung (di Masjid Istiqlal) ini dan kedua akan ada pembangunan eco education center, semacam gedung pendidikan untuk lingkungan hidup. Jadi akan dibuat pembangunan itu nanti,"beber Mubarok kepada detikcom di Masjid Istiqlal, Jl Wijayakusuma, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2015).
![]() |
"Sejauh ini tahap pertama sudah dilaksanakan yaitu pembuatan semacam bendungan dan pembersihan sungai," sambungnya.
Kemajuan proyek ini telah sering kali ditinjau pihak Korsel. "Terakhir peninjauan hari Jumat lalu," katanya.
Mubarok sangat gembira atas proyek yang akan mempercantik wajah masjid raksasa yang berada di dekat Istana Presiden, yang sering menjadi lalu lintas tamu negara itu. Proyek restorasi itu juga sejalan dengan cita-cita pengurus masjid untuk memiliki sungai bersih.
"Sungai yang lewat di Istiqlal itu memprihatinkan. Tapi kemudian Tuhan menolong, ternyata dalam kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia dengan Kementerian Lingkungan Hidup Korsel lokasi yang ditunjuk adalah Ciliwung di sekitar Istiqlal," beber Mubarok.
![]() |
Mubarok belum mengetahui kelanjutan dari proyek restorasi itu, sebab proyek ini di bawah kendali Kementerian Lingkungan Hidup. "Secara teknis pekerjaan ini mau berlangsung lagi, nah itu makanya yang tahu pihak Lingkungan Hidup," kata Mubarok.
Saat ini, Sungai Ciliwung di depan Masjid Istiqlal memang belum semegah dan semeriah Cheonggyecheon Stream. Tapi setidaknya lebih bersih dibandingkan dengan saat difoto detikcom tahun 2013 lalu. Bagaimana menurut Anda?
![]() |
(nrl/nrl)