Tim ahli dari early warning system (ews) UGM Ikhwan menerangkan, ekstensometer sudah dipasang di Banjarnegara sebelum daerah tersebut diterjang longsor cukup besar pada Desember 2014 silam. Sedikitnya belasan orang tewas akibat bencana tersebut.
"Alat ini juga sempat mendapat penghargaan di tingkat internasional. Sekarang sudah dipasang di 35 titik di 14 provinsi. Kita kerjasama dengan pemerintah, mereka yang beli, harga satuannya sekitar Rp 150 juta tapi sifatnya custom," ujar Ikhwan saat ditemui di Pameran Hakteknas, Lapangan D Senayan, Jakarta, Jumat (7/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikhwan menyebut, selama ini warga berpandangan bencana jangan diingat-ingat. Padahal seharusnya bagaimana menyiapkan diri jika suatu saat datang bencana.
"Kalau jangan diingat-ingat, ketika ada bencana kita tidak siap," sebut Ikhwan. (rna/fdn)











































