Kumpulkan Sesepuh TNI AD
Ryamizard: Ini Bukan Minta Restu
Kamis, 24 Feb 2005 10:55 WIB
Jakarta - KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu melakukan silaturahmi dengan para sesepuh dan purnawirawan TNI. Ryamizard menolak kalau acara ini disebut untuk meminta restu atau dukungan terkait pergantian Panglima TNI."Saya ingin menghormati yang tua-tua. Jadi ini bukan untuk minta restu atau dukungan-dukungan. Restu apaan," tegasnya di sela-sela acara silaturahmi dengan para purnawirawan dan sesepuh TNI AD di Gedung Balai Sudirman, Jl. Sahardjo, Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2005). Dijelaskan Ryamizard, acara silaturahmi ini digelar sebagai ajang pamitan kepada para purnawirawan dan sesepuh TNI AD karena Jumat (25/2/2005) besok dia akan menyerahterimakan jabatan KSAD pada penggantinya, Letjen TNI Djoko Santoso."Dulu waktu saya baru menjabat KSAD juga mengundang para purnawirawan dan sesepuh TNI AD. Besok saya akan serah terima jabatan, makanya sekarang mereka diundang lagi untuk pamitan dan melaporkan apa yang selama tiga tahun ini saya kerjakan. Yang penting silaturahmi tadi tidak putus. Jangan hanya hujat menghujat," katanya.Sementara, tentang peluangnya menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Endriartono Sutarto, Ryamizard enggan berkomentar. "Saya tidak mau komentar. Pokoknya tidak komentar, makin ruwet. Serahkan saja pada presiden. Yang tahu sekarang itu presiden dan tuhan," katanya. Lalu dilanjutkannya, "Jangan sampai saya ngomong-ngomong lagi. Semuanya itu wewenang presiden. Apa pun keputusan presiden, itu yang akan kita lakukan. Jangan sampai presiden belum ngomong, kita berandai-andai dan bermimpi."Sementara, ditanya aktivitas selanjutnya setelah tidak lagi menjabat sebagai KSAD, Ryamizard menyatakan akan melakukan konsolidasi. "Saya akan konsolidasi. Saya kan bukan orang bisnis atau pengusaha," katanya tanya menjelaskan konsolidasi yang dimaksud.Ditanya apakah pernah ditawari menjadi Panglima TNI, Ryamizard menjawab lugas, "Saya tidak pernah ditawar-tawari. Tapi saya dapat perintah untuk melaksanakan bakti TNI dan Polri di NAD. Jadi tidak ada tawar menawar. Dan itu tidak ada kaitannya."Sementara, menanggapi komentar anggota DPR dan para pengamat tentang peluangnya menjadi Panglima TNI, Ryamizard sambil bercanda menjawab, ""Saya tidak tahu. Saya tutup koran dan tidak nonton TV. Kalau ada gitar saya mungkin main gitar. Tapi saya tidak bisa main gitar."
(gtp/)











































