Perkenalkan Istri Ketum 'Aisyiyah ke JK, Haedar: Insya Allah Kami Tak Kolusi

Muktamar ke-47 Muhammadiyah

Perkenalkan Istri Ketum 'Aisyiyah ke JK, Haedar: Insya Allah Kami Tak Kolusi

Ahmad Toriq - detikNews
Jumat, 07 Agu 2015 16:07 WIB
Perkenalkan Istri Ketum Aisyiyah ke JK, Haedar: Insya Allah Kami Tak Kolusi
Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Makassar - Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengenalkan istrinya yang merupakan Ketum PP 'Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini ke Wapres Jusuf Kalla. Di depan, JK Haedar menegaskan akan membentuk kerja sama apik dengan Siti Noordjannah.

Haedar mengawali sambutannya di acara penutupan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Balai Sidang Makassar Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel, Jumat (7/8/2015), dengan mengucapkan terima kasih ke semua pihak yang telah mendukung suksesnya muktamar.

"Alhamdulillah muktamar berlangsung lancar, produktif, cerdas, elegan, dan bermartabat. Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Presiden Jokowi yang sejak setahun lalu sampai muktamar ini ditutup selalu bersama kami. Terima kasih juga kepada Pak Gubernur Sulsel yang telah menjadi penjaga gawang yang baik bagi muktamar," kata Haedar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah berterima kasih, Haedar kemudian memperkenalkan anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang baru. Setelah 13 PP Muhammadiyah diperkenalkan, Haedar lalu memperkenalkan PP Aisyiyah yang baru, diawali dari istrinya yang menjabat sebagai ketum.

"Ketum PP 'Aisyiyah, istri saya Siti Noordjannah Djohantini," kata Haedar yang disambut tepuk tangan muktamirin. "Insya Allah kami tidak akan kolusi dan nepotisme," imbuhnya. Pria kelahiran Bandung ini menegaskan akan berlomba-lomba dalam kebaikan dengan sang istri.

Haedar lalu menegaskan kesungguhannya untuk meneruskan gerakan dakwah pencerahan Muhamadiyah. Dengan dukungan seluruh unsur organisasi, dia yakin Muhammadiyah bisa menjadi organisasi yang berhasil mewujudkan Islam berkemajuan untuk Indonesia berkemajuan.

"Di belakang kami ada 7 organisasi otonom (ortom), ada 34 pengurus wilayah, 488 pengurus daerah, 3.655 pengurus cabang tingkat kecamatan, 13.540 pengurus ranting di akar rumput," kata pria yang juga sosiolog ini.

(tor/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads