Empat kerbau itu dipelihara oleh warga bernama Kasman (65). Ia terkejut ketika melihat empat dari enam kerbau di kandang terkapar, Kamis (6/8). Kasman tidak menyangka karena pukul 03.00 ia masih melihat kerbaunya baik-baik saja, tapi saat kembali dilihat pukul 05.00 sudah tergeletak.
Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi kerbau-kerbau yang mati dalam keadaan mulut berbuih. Diduga empat kerbau tersebut diracun karena organ dalam juga rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Betul, masih kami selidiki sampai saat ini," kata Kurniawan saat dihubungi Jumat siang.
Meski demikian Kurniawan belum bisa memastikan ada unsur kesengajaan terkait kematian empat kerbau itu meskipun ada yang menemukan racun rayap di dekat kandang. Pihaknya menunggu hasil tes dari dinas-dinas terkait.
"Ya sementara itu kami masih selidiki, bisa tanyakan ke dinas," ujarnya.
Sementara itu terkait tindak pidana yang dijatuhkan jika ada pihak yang sengaja meracuni kerbau, Kurniawan enggan menjawab karena penyelidikan belum sampai ke sana.
"Kami tidak boleh berandai-andai, sementara penyelidikan," tegasnya.
Hingga saat ini peristiwa itu masih misterius, sedangkan Kasman harus menanggung kerugian sekitar Rp 60 juta. Dua dari empat kerbau yang mati diketahui bukan miliknya melainkan milik warga Kecamatan Jekulo yang dititipkan untuk dipelihara. (alg/rul)











































