Lantamal XII Pontianak Diresmikan, Sengketa Laut China Selatan Jadi Prioritas

Lantamal XII Pontianak Diresmikan, Sengketa Laut China Selatan Jadi Prioritas

Adi Saputro - detikNews
Jumat, 07 Agu 2015 14:58 WIB
Lantamal XII Pontianak Diresmikan, Sengketa Laut China Selatan Jadi Prioritas
Foto: Adi Saputro
Pontianak - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi, Jumat (7/8/2015) siang, meresmikan Pangkalan AL (Lanal) Kelas B Pontianak menjadi Pangkalan Utama AL kelas A atau Lantamal XII Pontianak dibawahi Komando Armada Barat (Koarmabar).

Peresmian Lantamal XII Pontianak ini berdasarkan peraturan Panglima TNI Nomor 12 tahun 2015 tentang Pengesahan Validasi organisasi dan tugas Lantamal XII Pontianak.

"Mudahan-mudahan ini adalah evaluasi tiap tahun melihat pada gelar pangkalan secara keseluruhan. Di Kalimantan memang sebelumnya tidak ada Lantamal. Semuanya Lanal, baik Lanal Tarakan, Banjarmasin, Balikpapan, Kotabaru, dan Pontianak," kata Ade Supandi di Lantamal XII di Pontianak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan tipe Lanal Pontianak menjadi Lantamal XII Pontianak ini adalah bagian rencana strategis TNI AL untuk mendukung kapasitas gelar daripada unsur-unsur TNI AL, yang operasinya di wilayah Laut Jawa, Selat Karimata, Laut China Selatan, dan Laut Natuna, bagian pemberdayaan wilayah pertahanan di perairan bagian Barat.

"Penambahan alustista dan personel bertahap. Sekarang masih kompisisi Lanal Tipe B, namun data dan infrastruktur sedang dibuat, karena nanti lantamal Pontianak akan ditambah satu Batalyon, dengan kekuatan personel 1.050 personil. Batalyon ini diperuntukan membantu kekuatan KRI dan pertahanan Lantamal XII," ujarnya.

Lantamal XII Pontianak memiliki tanggungjawab yang berat dalam mempertahankan kedaulatan laut RI. Posisi Pontianak yang berhadapan langsung dengan Laut China Selatan atau masuk dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I. Dimana Laut China Selatan ini berbatasan dengan negara tetangga Malaysia, dan negara lainnya di ASEAN.

"Kestabilan keamanan ini yang mesti dijaga di Laut China Selatan. Apalagi intensitas ancaman sengketa akhir-akhir ini di Laut China Selatan semakin meningkat," terangnya.
Dukungan logistik untuk kekuatan KRI yang beroperasi di perairan Laut China Selatan ini salah satunya dari Lantamal XII Pontianak, selain itu dukungan juga dari Pangkalan TNI AL di Tanjung pinang, Kepulauan Riau dan Belawan.

Terkait masih maraknya illegal fishing, Ade menyatakan siap mendukung setiap operasi yang digelar Kementerian kelautan dan Perikanan.
"Sudah 40 kapal ikan asing yang telah ditenggelamkan TNI AL bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dan, pada 17 Agustus 2015, ada 70 kapal yang akan ditenggelamkan sebagai kado kemerdekaan RI," tegasnya.

Dengan naiknya tipe Lantamal Pontianak, maka Lantamal XII Pontianak akan membawahi beberapa Lanal seperti Lanal Ketapang, Pangkalan Bun, dan Lanal Sambas yang siap dibangun. Peresmian Lantamal XII Pontianak ini juga sekaligus digelar pergantian jabatan Komandan Lanal Pontianak  yang sebelumnya dijabat Kolonel Laut Guntur Wahyudi.

Posisi Komandan Lanal Pontianak diisi Kolonel Laut Heru Santoso yang langsung dilantik KSAL Laksamana Ade Supandi di Lantamal XII Pontianak. Heru sebelumnya menjabat Direktur Pendidikan Komando Angkatan Laut Surabaya, Jatim. Sementara Kolonel Laut Guntur akan menduduki jabatan baru sebagai wakil Komandan Lantamal IV Tanjung Pinang. (try/rul)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads