Awas, Maling Hardisk Beraksi di Gedung DPR!
Kamis, 24 Feb 2005 10:32 WIB
Jakarta - Gedung DPR tampaknya mulai tidak aman. Belakangan ini, maling gentayangan di gedung wakil rakyat ini. Tapi, anehnya yang dicuri hanyalah hardisk. Barang-barang lain tidak diambilnya. Korban terbaru adalah anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Alvin Lie. Dia mengetahui hardisk personal computer (PC)-nya hilang setelah diberitahu sekretarisnya, Anang, sekitar pukul 08.30 WIB, Kamis (24/2/2005). Di gedung DPR, Alvin berkantor di lantai 20, gedung Nusantara I. Di lantai 20 ini juga berkantor para anggota FPAN lainnya. Mendapat kabar dari sekretarisnya bahwa hardisk PC-nya dicuri, Alvin pun kaget. "Dengan kejadian ini, saya katakan bahwa gedung Nusantara I DPR sudah tidak aman lagi," kata Alvin, anggota legislatif yang dulu sering dijuluki Koboi Senayan ini saat dihubungi detikcom, sekitar pukul 10.00 WIB. Alvin pantas geram. Soalnya, yang dia ketahui, pamdal (pengamanan dalam) bertugas 24 jam di gedung DPR. Jumlahnya juga tidak sedikit. "Pamdal itu kan seperti kerumunan semut. Masak masih ada maling yang masuk ke ruang kerja saya," sesalnya. Alvin meminta Sekjen DPR membenahi sistem keamanan di gedung DPR. Pasalnya, kejadian ini bisa mengganggu kinerja anggota dewan. "Saya kira, kejadian yang menimpa komputer saya itu bukan hanya diseriusi saja, tapi juga diharus dibenahi. Saya kira Sekjen harus bertanggung jawab," ungkapnya. Berdasarkan informasi yang diterima Alvin dari sekretarisnya, hanya hardisk saja yang hilang. Barang-barang lain, seperti televisi, printer, modem, dan lain-lain tidak ada yang hilang. Karena itu, Alvin menduga maling itu ingin mencari data-data. Tapi, kata Alvin, selama ini dia tidak pernah menyimpang data pribadi di PC-nya itu. "Yang ada di PC saya itu hanya mengenai kedinasan, seperti UU, dan lain-lain. Kalau data-data soal pribadi dan hal-hal penting, saya simpan di laptop saya," ungkapnya. Alvin menduga, maling ini beroperasi pada malam hari atau dinihari. "Saya tadi malam keluar dari ruangan saya pukul 19.30 WIB bersama sekretaris saya. Sekretaris saya pulang, saya ikut raker dengan pemerintah soal BBM sampai pukul 03.30 WIB," jelasnya.
(asy/)











































