"RPTRA ini urusan dari janin sampai sepuh. Semua orang kumpul di situ. Dinas-dinas kami bantu. Indeks kebahagiaan orang itu berapa lama anda menikmati sebuah taman," ujar Ahok saat memberi sambutan sebelum acara penandatanganan berlangsung di Ruang Balai Agung, Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2015).
"Cantumkan perusahaan Bapak Ibu supaya masyarakat kecil bisa mulai melihat karena selama ini ada persepsi perusahaan itu mau cari untung saja," lanjutnya membuat sejumlah perwakilan perusahaan yang hadir tertawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara universitas yang juga ikut kerjasama ada 9, namun saat ini yang hadir hanya 5 diantaranya yaitu UI, Mercu Buana, Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Bunda Mulia dan Uhamka.
Mantan Bupati Belitung Timur itu menyebut keberadaan RPTRA menjadi sangat penting untuk menjadu ruang kumpul setiap keluarga. Sebab, dengan begitu mereka bisa berbagi suka dan duka bersama.
Selain itu, dia juga ingin membangun panti jompo di kawasan Ciangir, Tangerang. Konsepnya panti jompo itu berbentuk villa, sehingga membuat mereka merasa nyaman.
"Tahun depan juga kami akan bangun panti jompo seperti villa di Ciangir, Tangerang. Bisa nyanyi, ibadah, cocok tanam dan lainnya. Seminggu coba ajak saya yakin pasti betah. Sehingga orang itu tidak merasa dibuang keluarganya. Jadi panti kami akan rancang seperti itu," terang Ahok.
Di samping itu juga, Ahok ingin memberlakukan kepengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dalam waktu sehari jadi. Sehingga bisa memberikan pelayanan prima.
"IMB mulai 1 agustus ini kami launching 1 hari selesai. Ada yang main, pidanakan. Kalau Anda ngaco, kami sikat. Kami tidak pungut biaya," ujarnya. (aws/fdn)











































