"Muhammadiyah kita ini adalah di posisi tengah, moderat, itu yang harus kita kembangkan. Ciri khas umat Islam di Muhammadiyah, dia moderat di dalam mengembangkan paham keagamaan," kata Din di Balai Sidang Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel, Jumat (7/8/2015).
Din mengatakan ada bahaya yang mengancam sifat moderat Muhammadiyah. Pria kelahiran Sumbawa ini membeberkan saat ini ada dua kelompok yang mencoba memberi warna berbeda di Muhammadiyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok pertama ingin membawa Muhammadiyah menjadi ormas Islam eksklusif, sedangkan kelompok lain mengarahkan Muhammadiyah ke posisi terlalu liberal. Seharusnya, kata Din, Muhammadiyah tetap berada di tengah keseimbangan dua kepentingan kelompok tersebut, Muhammadiyah tetap harus inklusif, tak boleh merendahkan umat lain dan tetap berhubungan baik dengan pihak manapun.
"Saya ingin wanti-wanti, PP Muhammadiyah mendatang harus bisa menjaga jalan lurus dan jalan tengah titik keseimbangan Muhammadiyah. Jangan sampai terjadi kegoncangan," ujar Din dengan nada serius.
"Muhammadiyah harus menjadikan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Itulah dasar Islam berkemajuan," imbuhnya.
(tor/erd)











































