"Mengapa tidak? Nggak masalah. Mungkin ada pikiran yang mempermasalahkan, tapi karena ini sudah merupakan kehendak muktamar, sudah merupakan pilihan muktamar, tidak ada masalah," kata Din di Balai Sidang Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel, Jumat (7/8/2015).
Baca juga Infografis: 13 Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2015-2020
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi di abad ke-2, Muhammadiyah mengulangi abad pertamanya seperti ketika dipimpin Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah, ini hal positif," ujar Din.
Sebelumnya sempat muncul perdebatan soal pernah tidaknya Ahmad Dahlan memimpin Muhammadiyah berbarengan dengan kepemimpinan Nyai Walidah di 'Aisyiyah. Namun ada dokumen sejarah yang menyebut kepemimpinan Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah sempat beriringan selama dua tahun.
(tor/erd)










































